SuaraJawaTengah.id - Keputusan pemerintah melarang mudik lebaran turut berdampak terhadap kalangan pelaku usaha perhotelan di Kota Tegal. Tingkat keterisian atau okupansi diprediksi hanya 40 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tegal, Saunan Rasyid mengatakan, pada momen mudik lebaran, tingkat keterisian hotel biasanya bisa mencapai 100 persen.
Namun karena pemerintah kembali melarang mudik lebaran pada tahun ini, okupansi hotel diperkirakan tak sesuai dengan yang diharapkan.
"Selama ini salah satu musim anggaplah hotel-hotel bisa panen itu di sekitar lebaran. Biasanya ramai orang mudik dan nginep di hotel. Sekitar H-3 sampai H+3 lebaran itu keterisiannya bisa 100 persen," kata Saunan, Senin (5/4/2021).
Menurut Saunan, selama pandemi, okupansi hotel menurun drastis. Rata-rata hotel tingkat keterisiannya hanya 30 hingga 40 persen.
"Karena mudik dilarang, kemungkinan nanti di sekitar lebaran okupansinya sama dengan seperti sekarang, 30 sampai 40 persen," katanya.
Menurut Saunan, tingkat keterisian hotel sedikit mengalami peningkatan saat libur panjang Hari Raya Paskah.
"Saat libur panjang tiga hari kemarin itu ada peningkatan 20 persen. Mungkin karena banyak orang memanfaatkan momen libur itu untuk mudik duluan," ungkapnya.
Untuk itu Saunan berharap pemerintah mengkaji lagi keputusan larangan mudik lebaran. Sebab hotel-hotel juga akan sangat terdampak dengan kebijakan itu.
Baca Juga: Mudik Lebaran ke Sukoharjo, Warga Luar Soloraya Siap-Siap Dikarantina
"Harapan kami mudik tidak dilarang. Apalagi dengan mudik orang-orang akan bahagia karena pulang ke kampung halaman. Bahagia kan bisa meningkatkan imun tubuh," ujarnya.
Di Kota Tegal, jumlah hotel yang terdaftar di PHRI ada 18 hotel. Seluruh hotel itu masih bertahan menjalankan operasional meski masih terpukul pandemi.
"Semua masih jalan dengan kesulitan-kesulitan yang ada, sama-sama memikul keprihatinan," ujarnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal
-
Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau
-
BBM Naik Tajam, Luthfi Siapkan Benteng Agar Harga Pangan Tak Ikut Meledak