SuaraJawaTengah.id - Puasa di bulan Ramadhan dilakukan selama kurang lebih 30 hari. Hal itu tentu saja membuat tubuh Anda kekurangan asupan nutrisi seimbang termasuk vitamin, mineral dan serat.
Untuk badan agar tetap fit saat Ramadhan, anda bisa meminum suplemen vitamin apabila merasa asupan vitamin tak mencukupi dari makanan seperti sayuran dan buah-buahan.
"Tetap dianjurkan sumbernya adalah dari makanan yang kita konsumsi, makanya disarankan tetap mengonsumsi gizi seimbang, buah sayur yang cukup selama buka dan sahur. Tapi kalau susah bisa salah satunya dibantu suplemen. Jadi suplemen boleh-boleh saja tetapi tidak harus," ujar Certified Nutrition and Wellness Consultant dari Universitas Indonesia Mochamad Aldis Ruslialdi dilansir dari ANTARA, Jumat (16/4/2021).
Hal senada diungkapkan Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania.
Dia mengatakan, secara umum suplemen vitamin dan mineral selama Ramadhan dan pandemi COVID-19 dibutuhkan untuk meningkatkan kebugaran dan imunitas.
Suplemen yang direkomendasikan antara lain vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin D3, mineral Zinc dan herbal imunomodulator yang umumnya lebih minimal efek samping karena berasal dari bahan alami seperti ekstrak Echinacea pupurea, jamur Cordyceps Militaris dan zinc picolinate.
Lalu selama Ramadhan kapan sebaiknya Anda meminumnya? Baik menurut Tania maupun Aldis, menyarankan sehabis makan berbuka maupun sahur.
"Karena ada beberapa mikronutrien yang akan lebih optimal diserap dengan dampingan dari nutrisi lain. Misalnya vitamin A,D,E,K yang optimal diserap saat kita konsumsi cukup lemak sehat atau zat besi yang lebih optimal diserap saat kita mengonsumsi vitamin C," tutur Aldis yang kini menjabat sebagai Head Of Product Development & External Affair MUFIT Indonesia itu.
Untuk memudahkan, Tania mencontohkan, suplemen vitamin D3 misalnya bisa Anda minum setelah makan berbuka, suplemen herbal imunomodulator sebelum makan sahur, lalu suplemen vitamin B kompleks, vitamin C, zinc setelah makan sahur.
Baca Juga: Nyore: Ngabuburit Menelusuri Sejarah Bangsa hingga Kuliner di Jakarta
Khusus untuk immunomodulator, Anda bisa mengonsumsinya setiap hari antara 8 minggu-16 minggu dengan jeda dua minggu untuk menghindari kemungkinan timbulnya efek samping walaupun belum ada bukti kuat mengenai hal ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan