- BBPJN akan menutup total Jembatan Serayu di Banyumas selama 45 hari untuk perbaikan struktur mulai 15 Juni 2026.
- Wakil Ketua DPRD Jateng menekankan perlunya sosialisasi masif mengenai jalur alternatif untuk mencegah penumpukan kendaraan selama penutupan.
- Penempatan petugas di jalur alternatif diperlukan guna mengatur arus lalu lintas dan membatasi kendaraan sesuai klasifikasi ukuran.
SuaraJawaTengah.id - Sosialisasi jalur alternatif perlu terus digencarkan dalam proses perbaikan jembatan Serayu di Banyumas, Jawa Tengah.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, sosialisasi ini sangat krusial selama perbaikan jembatan.
“Karena jembatan Serayu ini merupakan alur penghubung utama Purwokerto-Yogyakarta atau jalan nasional yang tentunya sangat krusial dalam arus transportasi. Dengan ditutup hampir 1,5 bulan, tentu sosialisasi harus digencarkan,” ungkapnya.
Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, dengan sosialisasi yang massif, maka bisa mencegah penumpukan kendaraan, termasuk meminimalisir kerugian ekonomi.
“Masyarakat harus mengetahui mengenai jadwal penutupan jalan, rute alternatif, maupun pembatasan kendaraan,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Jembatan Serayu Banyumas ditutup total selama 45 hari, mulai tanggal 15 Juni hingga 30 Juli 2026. Penutupan dilakukan untuk perbaikan pelat lantai jembatan dan struktur lainnya. Proyek yang ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum.
Kakung menambahkan, keberadaan jalur alternatif juga harus didasarkan klasifikasi kendaraan. Ini untuk mencegah penumpukan, termasuk menjaga kondisi jalan yang ada.
“Misalnya jalur alternatif kendaraan kecil juga bisa dilengkapi dengan portal. Sehingga saat ada kendaraan besar yang belum tahu harus lewat mana, tetap tidak bisa melintasi jalur tersebut,” terangnya.
Atas dasar itu, kata Kakung, juga perlu ditempatkan petugas di sejumlah titik strategis pada jalur alternatif yang disiapkan. Petugas tersebut nantinya bertugas mengatur sekaligus menyaring kendaraan yang diperbolehkan melintas selama rekayasa lalu lintas diterapkan.
Baca Juga: Tegas! Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Anggaran Diprioritaskan untuk Perbaiki Jalan Berlubang
“Keberadaan personel yang memadai sangat penting untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur pengalihan,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung mengapresiasi jajaran Pemkab Banyumas dan instansi terkait yang telah melakukan uji coba penutupan Jembatan Serayu. Dari kegiatan tersebut bisa dilakukan evaluasi mengenai berbagi kekurangan yang ada.
“Dan yang tak kalah penting, tentu kita ingin perbaikan ini berjalan tepat waktu. Sehingga ada kepastian, kapan jembatan itu bisa kembali difungsikan, dan arus lalu-lintas kembali normal,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jembatan Serayu Bakal Ditutup, Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Sosialisasi
-
Gagal Merantau, Pemuda di Pati Diduga Tega Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Semarang Diguyur Hujan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspadai Cuaca Tak Menentu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perizinan Tambang Transparan, Tambang Ilegal Harus Ditindak
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas