"Saya ya ada memang niatan jadi polisi. Tapi setelah kejadian itu saya jadi semakin yakin. Salut saya dengan kerja anggota polisi. Cepat sekali responnya dan sigap saat ada laporan. Waktu itu pelaku ya kurang dari sebulan tertangkap. Waktu menunggu itu pun orangtua saya komunikasinya aktif sama anggota Polres Cilacap. Kaya butuh tandatangan berkas apa, pak polisinya yang kesini, padahal kan lumayan jauh," jelasnya.
Mendengar adanya penerimaan anggota polisi baru, ia langsung mendaftar. Padahal saat ini posisinya, ia baru selesai menjalani Ujian Sekolah. Senin besok menjadi pertaruhan hidup dan mati ia bisa masuk anggota polisi atau tidak. Bukan tanpa alasan ia bakal mendapat kendala, luka bekas sayatan sewaktu melawan begal terlihat jelas di wajahnya.
"Semoga saja ya saya bisa lolos tahap pemeriksaan kesehatan besok Senin di Semarang. Karena kan luka ini bukan keinginan saya, saya bahkan memberantas kejahatan dengan melawan pelaku. Karena kan persyaratan masuk polisi harus tidak ada luka fisik. Tapi ini luka ada kisahnya," lanjutnya.
Ia tidak merasa yakin dengan kondisi lukanya. Namun keinginannya menjadi bagian anggota kepolisian mengalahkan rasa ketidak yakinannya. Dafa berharap ada dispensasi dengan kondisi lukanya. Karena selama ini ia sudah melatih fisiknya dengan berlari dan olahraga.
Postur tubuhnya yang tegak dan tinggi juga bisa jadi nilai plus ketimbang peserta lain. Petugas polisi yang saat itu membantu tanpa pamrih menjadi kisah manis dibalik peristiwa pahit yang baru saja dialami.
"Kalau seandainya masuk jadi anggota polisi saya pengin di bagian Reskrim. Karena saya ingin membantu masyarakat yang mengalami tindak kejahatan kaya saya waktu itu. Tapi ya semoga saja ada keajaiban," kata anak pertama dari dua bersaudara ini.
Mendengar keinginan anaknya tersebut, orangtua Dafa, Drian dan Erni sangat mendukung langkah anaknya. Ia tahu betul cita-cita anaknya menjadi bagian Polri begitu besar.
"Tiap hari Dafa lari dan melatih fisiknya biar bisa keterima. Tapi kan memang salah satu syaratnya tidak ada bekas luka di tubuh. Ini Dafa jelas banget lukanya di wajah. Saya cuma bisa mendoakan biar bisa dikasih terbaik," kata Erni
Keinginan anaknya jadi Polisi muncul secara alami. Karena dalam silsilah keluarganya tidak ada yang bekerja di bidang militer.
Baca Juga: Gara-gara Ini, Dua Musala dan Masjid di Banyumas Ditutup
"Bapaknya ini dahulu kerja di proyek, tapi sekarang kondisi nya sakit. Sudah sekitar dua tahun ini lah. Sedangkan saya jadi tukang jahit sambil jualan donat melalui online. Keterima atau pun tidak saya serahkan sama yang di Atas. Tapi yang jelas Dafa sudah berusaha semaksimal mungkin," tandasnya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
Terkini
-
14 Kajati Resmi Dilantik Termasuk Jawa Tengah , Komjak RI: Jaga Kepercayaan Masyarakat!
-
Wisuda Udinus: Pratama Arhan Resmi Sarjana, Terima Ijazah Canggih Berbasis Blockchain
-
BRI Youth Champion League Semarang Goes to Barcelona: Ajang Unjuk Gigi Generasi Muda Menuju Dunia
-
Pemulihan Korban Daycare, Wali Kota Yogyakarta Siapkan Pendampingan dari Psikolog hingga Dokter Anak
-
Kemelut PDAM Semarang, Eks Direksi Serang Balik Wali Kota ke Meja Hijau