Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 22 Juni 2021 | 13:44 WIB
Presiden Jokowi. Seknas Jokowi Jawa Tengah tak sepakat dengan wacana presiden tiga periode tersebut. [Presidenri.go.id]

"Perubahan itu memungkinkan, maka di sini‎ keterlibatan rakyat itu penting, karena selama ini kita berhadapan dengan oligarki partai. Di pilres kita tidak ada ruang, beda dengan DPD, makanya rakyat harus berpartisipasi aktif. Kita punya pengalaman empiris, pada pilpres ketiga dan keempat kita berhasil menjebol oligarki partai, akhirnya partai mau mendengar rakyat," ujarnya.‎

Seknas Jokowi di tingkat nasional sendiri menurut Bambang belum me‎mutuskan sikap terkait pilpres 2024, kendati Seknas Jokowi Jawa Tengah sudah memutuskan mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres 2014.

‎"Kami di tingkat nasional masih menyusun rencana munaslub. Hanya apakah bisa dilaksanakan Juli nanti atau tidak, atau diundur pelaksanaannya belum tahu karena ini sedang terjadi ledakan kasus Covid-19," ujarnya.

‎Jika jadi terlaksana, Bambang berharap dalam munaslub tersebut ada agenda pembahasan terkait capres yang didukung di pilpres 2024.

Baca Juga: PPP: Jabatan Presiden 3 Periode Bukan Keinginan Jokowi, Tapi...

"Semoga di munas ada pembahasan soal capres, minimal kriterianya ada, kalau tidak ingin mendahului saran Pak Jokowi misalnya‎," ujar dia.

‎Selain mempersiapkan munaslub, Seknas Jokowi di daerah kata Bambang juga masih konsen untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

"Kami konsen ikut berartisipasi membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi, mengkampanyekan protokol kesehatan," ujarnya.

Kontributor : F Firdaus

Baca Juga: Refly Harun Tolak Jokowi Capres 2024: Jokowi Sudah Jadul, Banyak Orang Muda Lebih Hebat

Load More