SuaraJawaTengah.id - Rumah BUMN Rembang yang difasilitasi oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan PT Semen Gresik (SG) meraih pencapaian luar biasa dalam setahun yaitu membukukan total transaksi Rp 770 juta dari 6.871 kali transaksi.
Realitas ini membuktikan bahwa Rumah BUMN sukses dalam program pengembangan UMKM serta Community Engagement sejak berdiri pada 17 Agustus 2020 lalu.
Pencapaian membanggakan lainnya, Rumah BUMN telah memiliki mitra sebanyak 231 UMKM dan 83 UMKM diantaranya telah berhasil naik kelas, yaitu dari go modern ke go digitaldan dari go digital ke go online.
Rumah Bersama masyarakat Rembang ini juga telah berhasil menyelenggarakan total 31 berbagai jenis pelatihan dan telah dikunjungi lebih dari 15.000 orang.
Bupati Rembang Abdul Hafidz sangat mengapresiasi sukses yang ditorehkan Rumah BUMN dalam perjalanannya selama satu tahun. Dia berharap rumah ini terus memberikan kontribusi positif dalam pengembangan UMKM guna mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Lanjut bupati, eksistensi Rumah BUMN selama ini membanggakan, karena sudah mewujudkan fungsinya sebagai tempat pengembangan UMKM, program tanggung jawab sosial, ruang kreasi bersama (coworking space), pusat edukasi dan pusat kesenian hingga menjadi titik berkumpul milenial.
"Kami apresiasi atas pencapaian Rumah BUMN, termasuk konsistensi dalam mendorong produk - produk UMKM di Rembang agar berbasis inovasi serta memiliki kemasan yang menarik. Kami juga salut atas upaya rumah ini merangkul lintas generasi dan komunitas untuk memajukan Rembang sebagai kabupaten kreatif," tandas Abdul Hafidz dalam acara 'Ngobrol Bareng Pak Bupati' spesial HUT ke-1 Rumah BUMN, Sabtu (21/8/2021).
Dalam acara tersebut, Abdul Hafidz juga berharap jalinan sinergitas SG dengan Pemkab Rembang terus terjaga dan terawat, khususnya membantu UMKM agar terus tumbuh menjadi tangguh melalui produk yang berkualitas dan berdaya saing di pasar regional, nasional bahkan internasional.
Direktur Utama SG Subhan yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan pihaknya akan intens mendorong pertumbuhan UMKM di Kabupaten Rembang.
Baca Juga: Anak usaha Semen Gresik, PT SMOR Komitmen Dukung Akselerasi Wirausaha BUMDes
"Kami datang dengan solusi dan nilai tambah. Harapannya segenap masyarakat Rembang, khususnya pelaku usaha dapat memanfaatkan Rumah BUMN ini untuk berkarya dan mendapat manfaat ekonomi sosial yang nyata," tandasnya.
Saras Ningrum, pemilik UMKM Janggel Jaya Craft (J2C) berterima kasih kepada Rumah BUMN Rembang yang turut memasarkan produk kerajinan bonggol jagung hasil karyanya.
Setelah bergabung sebagai mitra Rumah BUMN dia merasakan peningkatan usaha melalui penyerapan produk yang lebih besar, sekaligus pendampingan-pendampingan, salah satunya melalui kesempatan ikut bersaing dalam ajang Asia-Pacific Women Empowerment Principles (WEPs) Awards tahun 2021 yang keikutsertaannya didukung penuh oleh Semen Gresik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga