SuaraJawaTengah.id - Pelajar asal Kabupaten Banjarnegara mendominasi kemenangan di Festival Film Purbalingga (FFP) 2021. Malam penganugerahan FFP yang ke-15 digelar secara daring, sementara penyerahan penghargaan dilakukan dengan menghadirkan para sutradara kompetisi dan tamu undangan di Bioskop Misbar Purbalingga, Sabtu malam, (28/8/2021)
Film “Lanang” sutradara Yustika Indah Pratiwi produksi Sinematosaka SMA Negeri Karangkobar Banjarnegara berhasil diganjar film fiksi terbaik. Disusul film “Nggolet Dewek” produksi Hika Production SMK HKTI 2 Purworejo Klampok, Banjarnegara menyabet penghargaan khusus dewan juri fiksi.
Sementara “Seperti Mimpi” sutradara Erika Hartini produksi DN Film’s SMK Darunnajah Banjarmangu, Banjarnegara sebagai film dokumenter terbaik.
Pada penghargaan film fiksi favorit penonton, diraih “Cap Jempol” sutradara Nabila Nur Fajrin produksi Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga, sementara “Sineas Daerah” sutradara Salsa Nurlaini produksi Candradimuka Production SMK Negeri Gombong, Kebumen sebagai film dokumenter favorit penonton.
“Kaget, tidak menyangka film kami jadi terbaik, soalnya film-film lain juga bagus,” ungkap Yustika Indah Pratiwi sutradara film “Lanang”.
Ia berharap, bisa terus membuat film untuk Banyumas Raya.
Erika merasa senang karena dua tahun berturut-turut terbaik dikategori dokumenter. “Membuat film di masa pandemi tentu menjadi kendala karena produksi banyak di dalam rumah sementara kami dari luar rumah subyek,” ujar sutradara “Seperti Mimpi”.
Dewan juri fiksi yang terdiri dari Benny Benke (jurnalis), Ismail Basbeth (sutradara), dan Teguh Trianton (akademisi) menilai, hampir keenam nominasi kompetisi film fiksi seragam atau tipikal, meski bukan sesuatu yang mengecewakan. “Film terbaik dinilai karena pembuat film berani mengangkat ideom penari lengger laki-laki yang menstigmanya tidak mudah ditanggungkan,” ujar Benny Benke.
Sementara dewan juri dokumenter, yaitu Chairun Nissa (sutradara), Mohammad Akbar (jurnalis), dan Muhammad Taufiqurrohaman (akademisi) menganggap, pembuat film pelajar perlu memperkaya teknik bercerita dan meningkatkan kualitas riset. “Kami menilai, film dokumenter terbaik karena berhasil lepas dari jebakan narasi ‘kasihan-mengasihani’ dengan mengangkat kelebihan dan kekuatan subyek,” tutur Chairun Nissa yang akrab disapa Ilun.
FFP yang merupakan program tahunan Cinnema Lovers Comunity (CLC) Purbalingga, tahun ini memberikan penghargaan Lintang Kemukus bagi seniman atau maestro seni tradisi kepada Ismail Marzuki, pelawak yang kini tinggal di Desa Selagaggeng, Kecamatan Mrebet Purbalingga.
Pada Lintang Kemukus modern dianugerahkan kepada almarhum Achmad Basirun, perupa kawakan aseli Purbalingga yang menorehkan karyanya lewat beragam media, selain kanvas, juga kertas, harbot, tembok, dengan cat minyak, air, pensil, arang, dan lainnya.
Baca Juga: Segera Daftar dan Ramaikan! FGD Menghidupkan Kembali Festival Film saat Pandemi Covid-19
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Mukhlis Husein memberikan apresiasi kepada pelajar dan Festival Film Purbalingga yang konsisten dalam menggelar festival. “Meski dimasa pandemi, namun tetap menunjukan eksistensinya,” tutur dia.
Kontributor : Citra Ningsih
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis