Saksi memberikan penjelasan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pembunuhan di Desa Bakal, Batur, Banjarnegara.[Suara.com/Citra Ningsih]
disebabkan dari perlakuan suami dan adanya persoalan rumah tangga yang belum diketahui kepastiannya.
"Karena masih trauma, mungkin ada persoalan rumah tangga,"ujar dia.
Saksi melihat pelaku memakai masker dan mengenakan topi. Pelaku juga memakai sarung ketika melakukan aksinya. "Tidak begtu jelas, dia pakai masker, pakai topi dan dia pakai sarung, "pungkas dia.
Keluarga mengatakan bahwa pelaku yang tega berbuat sadis adalah suami korban dan belum tertangkap. Namun hingga kini, polisi masih bisa dikonfirmasi untuk kejelasan terkait pelaku.
"Sadis itu, pelaku sudah diketahui suaminya sendiri. Sekarang belum ketangkep," imbuh Fikri salah satu anggota keluarga korban saat ditemui di rumah duka.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga