Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 01 September 2021 | 15:41 WIB
Taliban sedang berjaga. (Reuters/Stringer)

“Dia tidak bersalah. Dia adalah penyanyi yang hendak menghibur orang-orang,” kata Jawad, anak Fawad Andarabi.

Pembunuhan Fawad Andarabi Dikecam

Fawad Andarabi dibunuh Taliban memicu keresahan publik. Warga Afghanistan khawatir kebrutalan Taliban di era 1996-2001 lalu kembali lagi. Kala itu, Talibanmelarang sebagian besar bentuk musik karena dianggap tidak Islami.

Kecaman soal pembunuhan Fawad Andarabi datang dari mantan Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Massoud Andarabi. Dia menyebut pembunuhan ini sebagai bentuk kebrutalan Taliban.

Baca Juga: Mahfud MD Klaim Pemerintah Bakal Sikat Habis Teroris di Tanah Air, Termasuk Taliban

“Hari ini mereka secara brutal membunuh penyanyi lagu rakyat, Fawad Andarabiyang hanya membawa kegembiraan bagi lembah ini dan orang-orangnya,” tulis Massoud Andarabi lewat Twitter.

Dilansir AP, pelapor khusus PBB untuk hak budaya, Karima Bennoune, juga mengecam. Dia sangat prihatin atas pembunuhan Fawad Andarabi.

“Kami menyerukan kepada pemerintah untuk menuntut Taliban menghormati hak asasi artis,” ungkapnya.

Sorotan juga datang dari Sekjen Amnesty International, Agnes Callamard. Dia mengecam pembunuhan Fawad Andarabi.

“Ada banyak bukti bahwa Taliban tahun 2021 sama dengan Taliban yang tidak toleran, keras dan represif tahun 2001,” cuitnya soal pembunuhan Fawad Andarabi.

Baca Juga: Beredar Video Milisi Taliban Berseragam Militer AS Kuasai Bandara Kabul

Load More