SuaraJawaTengah.id - Pascapenetapan tersangka Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono atas kasus dugaan korupsi, sejumlah asosiasi kontrarktor di menggelar acara potong tumpeng.
"Bukan karena BS ditetapkan jadi tersangka, melainkan kami mengapresiasi kinerja KPK yang selama ini dianggap menurun, tapi ternyata kemarin malam bisa membuktikan, " ungkap Setiawan Budiarto, Ketua Forum Banjarnegara Bersatu (FBB), Sabtu (4/9/2021).
Acara potong tumpeng dilaksanakan di kediamannya yang berada di Pucang, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. Acara dilaksanakan di joglo halaman belakang dan memasang Banner sebanyak empat buah.
Banner yang dipasang sama persis dengan yang terpampang di Alun-alun ,yakni 'Terimkasih KPK telah menyelamatkan Banjarnegara' , dan 'Kemenangan satriya satriya pinunjul Banjarnegara'.
Proses pemotongan tumpeng diawali dengan doa bersama yang dihadiri oleh Forum Pengusaha Jasa Konstruksi (Forjasi).
Iwan mengatakan, meski hubungan antar kontraktor di Banjarnegara sempat berselisih namun pihaknya tidak berharap terjadi adanya permusuhan.
"Mohon maaf untuk teman-teman yang selama ini antusias dan sangat mendukung bupati, kami tidak ada musuhan sama sekali dengan mereka. Jangan demo karena sosok Wing Cin, tapi karena Banjarnegara," ujar dia.
"Jadi kami undang yang selama ini mendukung bupati mari gabung, termasuk KA, setelah keluar mau gabung nggak papa, atau bupati kalau mau bergabung silakan," tambah dia.
Dalam kesempatan berbeda, Tokoh Masyarakat pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara KH M Chamzah Hasan mengingatkan potensi munculnya konflik horizontal cukup besar lantaran masing-masing kubu masih mempertahankan opininya.
Baca Juga: Bupati Banjarnegara Ditahan, Banner Dukungan untuk KPK Langsung Bermunculan
Menurut dia, hal tersebut dapat memancing emosional dan menimbulkan konflik yang dapat berujung konflik fisik.
"Kita yang di lapangan paham persis. Masyarakat masih terkotak-kotak. Ini sangat rawan kalau disulut," tambahnya.
Pihaknya juga menyampaikan prihatin pasca penetapan BS selaku Bupati Banjarnegara dan mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum.
"Menyampaikan prihatin atas kejadian ini, dan mari tetap menghormati proses hukum. Semua harus menjaga kondusivitas dan masyarakat jangan mudah terprovokasi,"ajak dia.
Ia juga mengingatkan bahwa proses masih berjalan seperti yang disampaikan oleh KPK bahwa pihaknya masih harus mendalami kasus.
"Tetap pada praduga tak bersalah, jangan menjustifikasi karena ini masih berjalan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan