SuaraJawaTengah.id - Setelah adanya laporan dari warga mengenai tindak kriminal pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri, pihak kepolisian dari Polres Cilacap langsung bergegas mendatangi lokasi untuk meringkus pelaku. Pelaku yang saat itu masih di lokasi kejadian, langsung digelandang ke Mapolres Cilacap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hal ini juga untuk menghindari adanya amukan warga yang geram dengan tindakan pelaku.
Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi menjelaskan, peristiwa pembunuhan ini berhasil diketahui setelah adanya laporan dari tetangga kontrakan korban.
"Jadi tadi pagi sekita pukul 10.00 WIB, di Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, kami mendapat laporan dari tetangga kos korban yang mendengar teriakan sehingga petugas Polsek mendatangi TKP dan ditemukan mayat perempuan dalam kondisi meninggal dunia," katanya melalui pesan suara yang diterima wartawan, Rabu (8/9/2021) petang.
Untuk pelaku sendiri, saat ini diamankan di Mapolres Cilacap untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Luka yang diderita korban cukup parah karena sayatan senjata tajam yang digunakan oleh pelaku.
"Untuk korban ditemukan bersimbah darah dengan luka di lehernya berdasarkan informasi dari Puskesmas dan Tim Inafis yang langsung mendatangi TKP untuk identifikasi. Korban merupakan perempuan berusia kurang lebih 45 tahun," jelasnya.
Pihak kepolisian sendiri hingga kini belum bisa menentukan pasal yang akan dijerat kepada pelaku. Karena saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut termasuk kejiwaannya.
"Penerapan pasal kita akan evaluasi setelah hasil pemeriksaan mendalam. Kita masih dalami motif dan kondisi emosionalnya, saksi-saksi di sekitar TKP bahkan juga kepada keluarganya sendiri karena antar pelaku dan korban memiliki hubungan darah sehingga kita perlu pendalaman lebih lanjut motivasinya," tandasnya.
Pelaku Depresi
Baca Juga: Sadis! Pria Ini Bunuh Kakak Beradik Gara-gara Cintanya Ditolak, Mayat Dibuang ke Sumur
Ketua RT setempat, Kusairi (54) menjelaskan pelaku pembunuhan, diketahui memiliki riwayat penyakit gangguan jiwa.
"Tadi setelah kejadian, ada saudara korban datang dari Tegal. Nah ngomong ke saya kalau pelaku ini mengalami depresi," katanya saat ditemui, Rabu (8/9/2021).
Ia tidak begitu mengetahui persis bagaimana kehidupan sosialnya sehari-hari, karena jarak rumahnya dengan kontrakan tempat kejadian lumayan jauh. Namun yang ia dengar dari warga yang bertetangga, tidak pernah membaur.
"Sifat orangnya saya tidak tahu persis. Tapi yang saya dengar orangnya pendiam dan tertutup. Jadi tidak membaur dengan warga," jelasnya.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan kesaksian Indra (20) tetangga pelaku yang kerap melihat Rendi bertingkah aneh ketika sendirian.
"Saya sering lihat, pelaku ini tertawa sendiri di depan rumah. Ga tahu ya itu gila atau seperti apa. Soalnya saya tidak pernah berinteraksi dengan dia. Satu keluarga memang tertutup semua. Tidak pernah membaur," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Rumah BUMN Rembang Semen Gresik Bersama Pemkab Rembang Realisasikan Program Plangisasi
-
Kemarau Belum Puncak, Ratusan Warga di Lereng Gunung Slamet Sudah Kesulitan Air Bersih
-
Rupiah Melemah, Perajin handicraft Temanggung Cari Peluang di Pasar Global
-
Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Minta Warga Waspadai Perubahan Cuaca