SuaraJawaTengah.id - PT Semen Gresik Tbk (PSTG) melalui program CSR pilar SG Lestari menunjukkan komitmennya peduli terhadap lingkungan dengan menggelar penyuluhan mitigasi kebencanaan dan penanaman 2.250 bibit mangrove di pesisir Kabupaten Rembang. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Rembang beberapa hari lalu.
Dalam sosialisasi dan edukasi kebencanaan yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini, PTSG menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, dan diikuti peserta dari Satgas Bencana binaan PTSG, komunitas pecinta alam Swelagiri dan karangtaruna desa setempat.
Kepala Unit Komunikasi dan CSR PTSG Dharma Sunyata menandaskan, kegiatan edukasi mitigasi bencana bertujuanmeningkatkan kemampuan SDM relawan dan satgas dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana, penanganan korban bencana dan tanggap darurat terhadap daerah yang rawan bencana. Sedangkan penanaman mangrove, sebagai komitmen PTSG dalam upaya penyelamatan bumi lewat gerakan tanam tumbuhan.
''Menanam mangrove dapat mencegah intrusi air laut, abrasi pantai, serta membentuk ekosistem baru bagi habitat hewan air. Ini komitmen kami untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem mangrove, sehingga tercipta kelestarian lingkungan,'' kata Dharma dalam siaran persnya, Kamis (23/09/2021).
Dharma berharap, penanaman mangrove di pantai Wates, Tasikharjo, Kaliori nantinya bisa menginspirasi masyarakat di sekitar kawasan pesisir Rembang untuk selalu menjaga lingkungan.
Seremonial penanaman mangrove, dilakukan simbolis oleh anggota Forkopimcam Kaliori, perwakilan PTSG dari Unit CSR Suwoko, komunitas Swelagiri dan satgas BPBD. Mereka bersemangat menanam mangrove di Pantai Wates yang terkenal elok karena hamparan pasir putih dan hutan cemara yang menyejukkan.
''Kami berharap, kegiatan positif ini terus berlanjut di kawasan pesisir Rembang, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran Semen Gresik,'' tegas Dharma.
Di bagian lain, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang Akhir Budi Asmara menyampaikan apresiasi terhadap PTSG yang menggagas kegiatan ini. Pada penyuluhan mitigasi bencana, peserta dikenalkan pada karakteristik bencana, prinsip pengurangan risiko dan aksi penanggulangan bencana.
Dia juga mengajak peran serta seluruh elemen, agar senantiasa bersinergi dalam kesiapan mitigasi bencana, karena penanggulangan kebencanaan bukan semata-mata tugas BPBD.
Baca Juga: Semen Gresik Beri Penghargaan Bagi Inovator Terbaik di Ajang SGIC IV 2021
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
Perjuangan 20 Tahun Rosidah Besarkan Usaha Gula Merah Berbuah Manis dengan Dukungan KUR BRI
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran, Ini Daftar Lengkapnya