SuaraJawaTengah.id - Target medali emas gagal dipenuhi cabang olahraga (cabor) binaraga Jateng di ajang PON XX Papua 2021.
Dua binaragawan Jateng, hanya mampi meraih medali perak dan perunggu dalam perlombaan di Auditorium Universitas Cendrawasih, Jayapura, Senin (4/10/2021).
Medali perak disumbangkan Bambang Wijanarko yang turun di kelas 70 kg. Sedangkan medali perunggu diraih Taat Pribadi (kelas 75 kg).
Sebelumnya, cabor binaraga menargetkan medali emas melalui Bambang.
Namun dalam pertandingan, Bambang kalah bersaing dengan binaragawan Papua Eduardos Apoowo, adapun medali perunggu diraih Sahri (DKI Jakarta).
Sementara Taat Pribadi kalah nilai dibanding Iwan Samurai (Sumatera Barat) yang merebut medali emas kelas 75 kg.
Iwan adalah peraih emas PON XIX 2016 Jabar di kelas ini.
Medali perak disabet Abdul Manan (Bangka Belitung).
Pelatih Kepala Jateng Mheny tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya.
Pasalnya, ketika bisa mendapatkan dua medali perak dan satu perunggu di babak Pra-PON, pihaknya optimistis bisa mengubah salah satu perak itu menjadi emas di PON dengan persiapan yang all out.
''Hasil satu perak, dan satu perunggu di PON membuat saya kecewa berat. Saya minta maaf kepada KONI Jateng karena binaraga tak memenuhi target satu emas yang kami patok,'' ucap Mheny diwartakan Ayosemarang.com--jaringan Suara.com, Selasa (5/10/2021).
Dia juga mengaku heran betapa ketatnya dan hasilnya memang di luar dugaan.
Baca Juga: Atlet Panjat Tebing Bali Terima Medali Emas meski Penyintas COVID-19
Salah satu contohnya Misnadi (Jatim) yang merupakan merupakan peraih emas kelas 70 kg Pra-PON 2019 di PON ini gagal memperoleh medali.
''Misnadi dan Bambang selalu ketat di event nasional. Andai tidak ada atlet tuan rumah, mestinya di kelas 70 kg ini milik Jateng,'' imbuh peraih emas Seri Grand Prix
Kejuaraan Dunia di Singapura tahun 2018 itu.
Terkait penampilan Warochim (kelas 60 kg) dan Sarwanto (65 kg), menurut Mheny sebetulnya Warochim layak medali perunggu, bukan di urutan keempat.
Sedangkan Sang Sang (80 kg) yang meraih perunggu di Pra-PON kali ini harus mengakui keunggulan atlet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim