Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 08 Oktober 2021 | 08:32 WIB
Tangkapan layar video Madi Brooks menunjukan sang suami memeluk mesra ibunya sendiri. Ia mengaku menganut alirang swinger, berbagi suami disebutnya adalah hal yang baik [TikTok]

SuaraJawaTengah.id - Berbagi suami seperti tidak masuk akal bagi orang Indonesia. Apalagi dilakukan dengan ibu kandungnya sendiri. 

Menyadur dari Hops.id, Orang mengatakan bahwa ikatan antara seorang ibu dan anak perempuannya tak tertandingi. Bisa dibilang demi ibu, anak perempuan bisa berbagi segalanya termasuk berbagi suami.

Hal itu dilakukan oleh Madi Brooks, wanita muda ini mengaku menganut aliran swinger yang meyakini bahwa berbagi suami atau pasangan dengan orang lain adalah hal yang baik.

Lewat akun media sosialnya TikTok @madibrooks567 ia dengan bangga membagikan ‘gaya hidupnya’ ke followernya dan langsung viral di TikTok.

Baca Juga: Takut Hilang, Wanita Tempel Peringatan Ini di Alat Tulisnya, Warganet Langsung Ingat Dosa

Madi mengatakan, dirinya memang sudah menikah dengan suaminya. Namun karena ia penganut paham swinger, maka ia dengan senang hati berbagi pasangan dengan ibu dan adik perempuannya.

Tak cuma itu, beberapa kali Madi juga mengundang teman-temannya untuk ‘mencicipi’ rasa seks suaminya. Gilanya, ia kerap pergi ke pesta-pesta dan menawarkan suaminya untuk memilih wanita yang bisa dikencani.

“Saya dan ibu saya sama-sama swinger dan itu hebat, kamu tahu mengapa? Karena ketika saya sedang tidak mood (berhubungan seks), saya bisa membiarkan suami saya bercinta dengan ibu saya,” katanya dengan senyum semringah.

Sementara itu di belakangnya sang suami nampak memeluk ibunya dan mencium tengkut ibunya.

Di video lain, Madi juga memperlihatkan sang suami yang mencium adik perempuannya yang ditaksir masih berusia belasan tahun.

Baca Juga: Viral Potret Tenda Pernikahan Tembus Cahaya, Fotografer Sedih: Gimana Perasaan Kalian?

Video, yang mengumpulkan 7,9 juta tampilan pada saat penulisan membuat ribuan orang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang situasi di komentar.

“Bagaimana memulai percakapan dan mengakui di depan keluarga bahawa kamu Swinger,” ujar seorang warganet yang penasaran.

Madi mengatakan dirinya malah menganjurkan sang ibu untuk bercinta dengan suaminya beberapa kali dalam seminggu.

“Itu membuat ibu saya makin bahagia.”

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa yang dilakukannya juga dalam rangka menyenangkan hati suami.

“Jika suaminya tidak puas dengan ibu, kadang-kadang saya menyuruhnya bercinta dengan adik saya,” ujarnya.

Tetapi tidak semua orang setuju dengan gaya hidup pilihan Madi.

Aliran swinger gaya hidup yang muncul dari poliamori

Kalau ada istilah poligami atau poliandri ada juga istilah poliamori. Setelah diselidiki, sistem ini adalah cikal bakal dari munculnya paham swinger.

Poliamori merupakan istilah berkencan atau memiliki pasangan lain meskipun orang tersebut telah menikah dan memiliki anak.

Berbeda dengan poligami, dalam poliamori tidak mensyaratkan pernikahan sebagai ikatan. Poliamori hanya mengedepankan sifat saling keterbukaan antara yang satu dengan yang lainnya.

Budaya swinger bisa dibilang berasal dari gagasan hubungan poliamori. Di Mesir kuno, pria memiliki hak untuk menikahi wanita sebanyak yang mereka inginkan – atau lebih tepatnya mampu.

Namun, terlepas dari itu semua, aktivitas swinging cukup berisiko. Sebuah penelitian di Belanda menyatakan para swinger heteroseksual berisiko mengalami penyakit menular seksual sebanding dengan pria gay atau biseksual.

Keduanya dianggap kelompok berisiko tinggi mengidap penyakit herpes, infeksi yang disebabkan oleh virus. Mereka juga berisiko terkena HIV yang merupakan virus penyebab AIDS.

Virus ini menyerang imunitas, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Swinger juga berisiko menderita klamidia, penyakit menular seksual yang salah satunya disebabkan hubungan seks tanpa kondom.

Masalah kesehatan ini kerap diderita perempuan muda yang aktif secara seksual. Terakhir, gonore atau kencing nanah, yang umumnya disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Load More