SuaraJawaTengah.id - Bau tidak sedap dari rokok kadang membuat orang merasa tidak nyaman. Kualitas udara hunian juga menjadi terganggu jika ada salah satu anggota keluarga yang merokok.
Padahal, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengingatkan bahwa rokok terkandung 250 bahan kimia berbahaya dan 50 di antaranya merupakan penyebab kanker.
Jika Anda merokok di ruangan, residu asap rokok akan tetap menempel pada karpet, gorden, dan benda-benda lainnya selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Meskipun jendela telah dibuka untuk menjamin sirkulasi udara, bahan kimia pembakaran rokok tetap bisa tertinggal di ruangan tersebut.
Pakaian yang dikenakan juga tidak akan luput dari residu asap rokok, yang akan membahayakan orang terdekat Anda, misalnya anak atau pasangan. Untuk itu, bagi Anda yang ingin menjaga kualitas udara, menghilangkan bau rokok dan menjaga kesehatan keluarga, Anda bisa memperhatikan hal berikut ini:
Berhenti
Saran terbaik untuk perokok adalah berhenti merokok. Namun yang menjadi masalah adalah kebanyakan perokok sulit menghilangkan candu dari produk tembakau yang dibakar tersebut.
Apabila Anda kesulitan berhenti merokok, tidak ada salahnya mengalihkan rokok bakar yang Anda konsumsi ke produk-produk alternatif yang tidak dibakar, melainkan dipanaskan.
Berbeda dengan rokok bakar yang menghasilkan residu asap, produk tembakau yang dipanaskan tidak menghasilkan residu asap melainkan uap. Dengan demikian, kadar bahan kimia berbahaya yang dihasilkan rokok bisa ditekan secara signifikan dan uapnya tidak mengandung partikel padat, sehingga tidak akan menempel di tubuh maupun perabotan.
"Tidak seperti rokok, tidak ada asap yang dihasilkan oleh produk tembakau alternatif ke udara, hanya uap yang dihembuskan,” kata Duncan Selbie, mantan Kepala Eksekutif Public Health England (PHE) seperti dikutip dari UK Health Security Agency, dikutip Minggu (31/10/2021).
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Bijak Dalam Kebijakan Cukai Rokok
Membersihkan tubuh dan pakaian
Jika Anda masih dalam proses untuk berhenti merokok dan tidak ingin orang terdekat Anda mengendus bau rokok, jangan lupa untuk sering mencuci tangan dengan sabun.
Rokok yang terselip di jari tangan Anda tidak hanya menyebabkan bau, namun juga meninggalkan noda kuning sebagai paparan residu asap yang mengenai tangan Anda saat merokok.
Studi terbaru dari King’s College London mengungkap bahwa 50 persen perokok pasif berisiko terkena kanker mulut dan tenggorokan. Maka dari itu, perokok aktif dengan risiko yang lebih tinggi sebaiknya lebih rajin menyikat gigi, lidah dan menggunakan penyegar mulut. Selain menghilangkan bau rokok, kebiasaan itu juga baik untuk kesehatan mulut Anda.
Setelah merokok, Anda disarankan mandi dan keramas karena residu asap rokok bisa menempel pada tubuh hingga rambut Anda. Hal itu juga perlu dilakukan guna mencegah anak Anda terkena residu asap rokok yang menempel pada tubuh Anda.
Terakhir, jangan kenakan kembali baju yang Anda gunakan saat merokok karena bau dan partikel residu asapnya masih menempel pada pakaian Anda. Sebaiknya, segeralah rendam atau cuci baju yang ada pakai saat merokok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up
-
Dukung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Jateng Ajak Warga Nobar di Kantor Gubernur
-
Semen Gresik Pererat Sinergi dengan Ratusan Distributor dan Toko Bangunan di Soloraya
-
Merekam Cerita dari Negeri: BRI inFrame 2026 Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026