Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 01 November 2021 | 18:14 WIB
Tangkapan layar video penyerangan bus Persab Brebes usai pertandingan Liga 3 melawan Persip Kota Pekalongan. [Instagram/teras_suporter]

"Sepanjang jalan sepertinya sudah ada yang menungu tim kita. Modusnya habis nonbar. Indikasi penyerangan itu juga sudah ada sejak sehari sebelumnya. Ada ancaman lewat medsos‎, sehingga kita antisipasi dengan tidak menginap di Pekalongan sebelum pertandingan," katanya.

Heri menyebut, ada enam orang pelaku penyerangan yang ditangkap Polres Pekalongan Kota saat penyerangan. Mereka rata-rata berusia remaja.

"Ini masih dilakukan mediasi. Rencana hari ini kami mau mengadakan rapat di Polres Pekalongan Kota untuk membahas tidak lanjutnya. Kita ingin tahu nanti seperti apa tindak lanjutnya," ujarnya.

Heri menyayangkan adanya penyerangan dan berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi dalam pertandingan-pertandingan Liga 3 selanjutnya. 

Baca Juga: Jelang Hadapi Persis Solo, PSCS Cilacap Justru Tumbang dari Klub Liga 3 dalam Uji Coba

"‎Kita tujuannya satu, yaitu main sepakbola. Kita ingin diperlakukan seperti tamu, dijamin keamanannya," ujarnya.

Sementara itu, dalam pertandingan yang digelar di Stadion Jenderal Hoegeng Kota Pekalongan, Persab harus puas berbagi poin dengan Persip. Pertandingan tanpa penonton itu berakhir dengan skor 1-1.

Kontributor : F Firdaus

Load More