SuaraJawaTengah.id - Pabrikan sepatu terkenal Adidas salah menyebut wayang kulit sebagai kesenian dari Malaysia. Hal itu tentu saja menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Indonesia untuk lebih gencar lagi mengenalkan budaya ke luar negeri.
Akun Instagram Adidas Singapura, @adidassg sebelumnya mengunggah peluncuran sepatu Ultraboost DNA City Pack dengan desain bertema wayang kulit.
Pada caption produk, mereka menulis: "Rayakan warisan budaya Malaysia melalui sudut pandang @JAEMYC di #UltraBoost DNA City Pack kami berikutnya!"
Unggahan tersebut sontak ditanggapi keras oleh netizen Indonesia. Mereka mengritik Adidas yang salah menyebut wayang kulit sebagai seni budaya asal Malaysia.
Postingan itu kemudian diralat pihak Adidas. Mereka menulis wayang kulit berasal dari Indonesia yang telah menginspirasi negara lainnya di Asia Tenggara.
"Berasal dari Indonesia, Wayang Kulit telah menginspirasi daerah lain di Asia Tenggara. Desain #UltraBOOST DNA City Pack memberi penghormatan kepada bentuk seni lewat menggabungkan elemen Wayang Kulit dengan palet warna modern, dalam pendekatan "old-meets-new" pada DNA UltraBOOST. Paket diluncurkan pada 11 November 2021. Catat tanggalnya!"
Salah persepsi soal negara asal wayang kulit, ditanggapi seniman wayang kulit sekaligus dalang, Yulius Iswanto (49 tahun). Lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jurusan Kriya ini tidak asing dengan seni tatah sungging (mengukir) wayang kulit.
Iswanto pernah belajar mendalang di Habirando, sekolah informal seni pedalangan milik Keraton Yogyakarta pada tahun 2004. Rumahnya di Dusun Karangwatu, Desa Pucungrejo, Muntilan, Magelang saat ini dijadikan studio pembuatan wayang kulit.
Menurut Iswanto, tidak ada keraguan bahwa wayang kulit adalah seni budaya milik Indonesia. Kesenian ini hidup di masyarakat Indonesia secara turun temurun.
Baca Juga: Adidas Minta Maaf Usai Sebut Wayang Kulit dari Malaysia
Badan PBB yang mengampu bidang kebudayaan, UNESCO bahkan mengakui wayang sebagai Karya Agung Budaya Dunia (a Masterpiece of the Oral and Intangibel Heritage of Humanity).
Momentum penetapan wayang sebagai Karya Agung Budaya Dunia pada 7 November 2003 itu kemudian dijadikan Hari Wayang Nasional.
Upaya Indonesia mengenalkan wayang kulit juga pernah dilakukan dalang Ki Manteb Soedharsono sekitar tahun 1992. Bersama BJ Habibie yang saat itu menjabat Menteri Negara Riset dan Teknologi, Ki Manteb menggelar pertunjukan wayang kulit pada pameran dagang di Spanyol.
Ki Manteb juga pernah diudang mendalang di Amerika Serikat, Jerman, Swiss, Ingris, Prancis, Suriname, Jepang, dan Thailand.
“Yang penting kita punya data bahwa wayang kulit itu berangkat dari kita (Indonesia). Pak Manteb dulu ketika di luar negeri untuk membuktikan sunguh-sungguh itu dari Indonesia. Sudah komplit menjabarkan,” kata Iswanto, Rabu (17/11/2021).
Mengenalkan wayang ke luar negeri sebelumnya juga pernah dilakukan dalang Ki Anom Suroto. Beliau menggelar pertunjukan wayang kulit pada misi kebudayaan Indonesia di Amerika tahun 1991.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
Terkini
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK