Gerbang Pendakian Gunung Slamet. (Suara.com/Lilis Varwati)
Salah satu warga setempat mengatakan “Jaman kuno wis dinamani bambangan, sekang lemah abang ditanduri dadi pangan, dadi dinamai Bambangan” yang bermakna tanah merah merujuk pada kondisi tanah yang subur dan jika ditanam benih akan menghasilkan bahan makanan. Sebab dusun tersebut berada di lereng gunung yang dikenal dengan tanah merah nan suburnya, oleh karena itu dusun tersebut dinamakan Dusun Bambangan.
Secara etimologi, penamaan dusun yang berarti tanah merah memperlihatkan kondisi tanah setempat yang subur khas daerah lereng Gunung Slamet sehingga di balik mitologi yang berkembang, Dusun Bambangan merupakan penghasil sayur mayur terbesar di Jateng, khususnya tomat, cabai, kubis, bawang, seledri dan kentang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin