Gerbang Pendakian Gunung Slamet. (Suara.com/Lilis Varwati)
Salah satu warga setempat mengatakan “Jaman kuno wis dinamani bambangan, sekang lemah abang ditanduri dadi pangan, dadi dinamai Bambangan” yang bermakna tanah merah merujuk pada kondisi tanah yang subur dan jika ditanam benih akan menghasilkan bahan makanan. Sebab dusun tersebut berada di lereng gunung yang dikenal dengan tanah merah nan suburnya, oleh karena itu dusun tersebut dinamakan Dusun Bambangan.
Secara etimologi, penamaan dusun yang berarti tanah merah memperlihatkan kondisi tanah setempat yang subur khas daerah lereng Gunung Slamet sehingga di balik mitologi yang berkembang, Dusun Bambangan merupakan penghasil sayur mayur terbesar di Jateng, khususnya tomat, cabai, kubis, bawang, seledri dan kentang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Jelang EPA U-19, Kendal Tornado FC Youth Simulasi Jadwal Kompetisi
-
Kecelakaan Maut di Blora! Truk Rem Blong Tabrak 5 Motor, Satu Orang Tewas
-
Horor di Tol Semarang-Solo! Tronton Diduga Rem Blong Hantam 2 Truk, 1 Tewas di Tempat
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir