SuaraJawaTengah.id - Muarif salah seorang korban pembunuhan dukun pengganda uang di Kecamatan Kajoran, Magelang semula dikira meninggal karena Covid.-19 Korban tidak sempat menjalani autopsi.
Muarif yang diketahui tewas pada 14 Mei 2020, diduga menjadi korban pertama ritual maut dukun IS. Muarif warga Dusun Karangayar, tetangga kampung tersangka.
Kepala Desa Sutopati, Slamet Nursidi mengatakan, korban ditemukan tewas di depan gang menuju rumah IS. Korban ditemukan tergeletak di parkiran motor oleh salah seorang tamu yang kebetulan berkunjung ke Dusun Karangtengah.
“Waktu itu pintu kan diportal. Tamu nggak boleh masuk. Mobil sama motor (parkir) di luar semua. Tamu yang nemuin (jenazah) itu. Ada orang tergeletak, ternyata sudah meninggal,” kata Slamet Nursidi saat ditemui di kantor Desa Sutopati, Selasa (23/11/2021).
Menurut Slamet, saat itu kasus penularan Covid di Kabupaten Magelang sedang meningkat tajam. Warga takut menangani orang yang ditemukan meninggal secara mendadak.
“Pas sedang hangat-hangatnya pandemi. Soalnya kalau nggak salah bulan Mei (2020). Di masyarakat tahunya (Covid). Ya sudahlah kita manut aturan masyarakat saja,” ujar Slamet.
Jenazah Muarif sempat diperiksa petugas puskesmas tapi hanya sekadarnya. Hanya untuk mencari tanda-tanda penyebab kematian yang mencurigakan.
Dirasa tidak ada tanda-tanda fisik yang mencurigakan, malam itu juga Muarif dimakamkan menggunakan standar prosedur kesehatan (prokes) Covid-19.
Jenazah Muarif yang semula diduga meninggal karena Covid, tidak sempat diautopsi. Keluarga juga mengizinkan Muarif segera dimakamkan menggunakan prokes Covid.
Baca Juga: Bertambah Lagi! Korban Dukun Pengganda Uang di Magelang Jadi 4 Orang
Polisi sempat menanyai IS yang diketahui terakhir ditemui korban sebelum tewas. “Bahkan waktu itu juga melibatkan Polsek Kajoran. Waktu itu ditanya sama warga dan polisi bahwa orang itu baru bertamu dari situ (rumah IS)," paparnya.
Tapi karena tidak ditemukan tanda mencurigakan dan keterbatasan menangani jenazah, kasus kematian Muarif dianggap karena terpapar Covid.
“Cuma (tersangka IS) ditanya-tanya biasa. Tapi kan memang waktu itu dari pihak kepolisian tidak mungkin posisi pandemi ditindaklanjuti. Cuma ditanya-tanya di rumah," ujar dia.
Adanya korban lain baru diketahui setelah polisi mengungkap kasus pembunuhan Lasman dan Wardiyanto, saudara ipar warga Desa Sukmakmur. Tersangka diduga membunuh 4 korban dalam tiga peristiwa waktu yang berbeda.
Muarif dibunuh pada 14 Mei 2020, Suroto pada 4 Desember 2020, serta Lasman dan Wasdiyanto pada 10 November 2021. Tersangka meracuni korban menggunakan potasium (sianida) dengan maksud menguasai uang milik korban.
“Dalam rangkaian peristiwanya ada suatu rangkaian dengan motif dan modus yang sama. Kalau dalam kalimat hukum Pasal 338 (pembunuhan) dan Pasal 340 pembunuhan dengan rencana,” kata AKP Alfan, Senin (22/11/2021).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris