SuaraJawaTengah.id - Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan BEM Unsoed Purwokerto kini tengah menjadi sorotan warganet. Pasalnya, kasus ini mulai mencuat melalui media sosial Twitter dan Instagram.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada yang bisa dikonfirmasi mengenai kronologi dugaan pelecehan seksual seperti apa yang dilakukan oleh pengurus BEM Unsoed.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Dr Kuat Puji Prayitno menyesalkan dan prihatin atas kejadian pelecehan seksual di lingkungan kampus.
"Begitu mendapatkan laporan terkait dengan adanya kasus ini, kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait ULPK (Unit Layanan Pengaduan dan Kekerasan) dan BEM Unsoed karena kasus ini baik pelaku maupun korbannya adalah mahasiswa," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (10/12/2021).
Saat ini pihaknya tengah menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan pendampingan bagi korban dan memastikan kondisinya segera pulih secara psikologis. Kejadian ini juga masih dalam penyelidikan dari pihak internal sivitas akademika Unsoed.
"Setelah semua fakta sudah lengkap, maka pihak kampus tentu saja akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan pedoman pada Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fisip Unsoed, Dr Tri Wuryaningsih, MSi mengaku hingga saat ini belum ada laporan pengaduan dari pihak korban baik ke ULPK, ke Fisip maupun ke Universitas.
"Saya saja mengetahui informasi tersebut setelah membaca media massa. Karena sudah viral ya biarkan bergerak cepat. Karena belum tahu siapa pelaku dan korbannya ini biarkan BEM mengklarifikasi kepada Universitas kasus sebenarnya seperti apa," terangnya.
Kalau memang kasus tersebut benar adanya, ia setuju jika pelaku ditindak sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Baca Juga: Naik ke Penyidikan, Dosen Unsri Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswi Segera Diperiksa
"Ini kan masih belum jelas, kalau itu memang benar, orang laporan pengaduannya saja belum ada. Itu kan baru media sosial, karena media sosial belum tentu bisa dipercaya," ujarnya.
Dirinya menyayangkan viralnya informasi yang masih simpang siur terkait dugaan kasus pelecehan seksual di media sosial. Karena ini membawa nama baik Universitas.
"Konsekuensinya lembaga dipertaruhkan ini loh. Mereka itu kan sudah dewasa. Kita lihat maunya seperti apa. Padahal kan kita belum tahu benar atau tidaknya. Konsekuensi terhadap korbannya juga ini," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya jagad media sosial twitter dan instagram tengah diramaikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Awal kasus tersebut mencuat ke publik melalui cuitan akun Twitter @unsoedfess1963 menanyakan keberadaan BEM Unsoed yang tidak tanggap menyikapi kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungannya.
"Jends Bem Unsoed kemana ya? Padahal aku denger ada anak bem u kena sp3 karena pelecehan seksual? Kira2 ini didampingi gak sama menteri advokasinya ke ULPK Unsoed (Unit layanan dan pengaduan kekerasan)," tulis akun @Unsoedfess1963 tanggal 8 Desember 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Honda Mobilio vs Nissan Grand Livina: 7 Perbedaan Penting Sebelum Memilih
-
7 Mobil Listrik Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
7 Fakta Banjir dan Longsor Mengerikan yang Menghantam Kudus, 1 Korban Tewas!
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
-
Darurat Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah: Wagub Taj Yasin Desak Perusahaan Genjot Budaya K3!