SuaraJawaTengah.id - Tanah gerak terjadi di Desa Majalengka, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebanyak 9 bangunan mengalami rusak dan 20 rumah lainnya terancam.
Selain tanah longsor, wilayah Banjarnegara juga rawan terjadi bencana tanah gerak. Dari pantauan Suara.com, 8 rumah warga dan satu musala yang rusak akibat tanah gerak.
Sebagian besar, bagian lantai rumah ambles dan dinding retak retak. Hal ini menyebabkan bangunan jadi miring.
Sekretaris Desa Majalengka, Arif Heru Setyoko mengatakan, tingginya curah hujan mengakibatkan pergeseran tanah di dua dusun, desa Majalengka. Hal ini mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak.
“Yang sudah terdampak, ada 8 rumah warga. 5 rumah di Dusun Majalangu dan tiga rumah di Dusun Wiradrana,” ujarnya saat ditemui di kantor pemerintah desa Majalengka, Jumat (17/12/2021).
Rata-rata kerusakan terjadi di bagian dinding, lantai dan atap rumah. Selain itu, akibat tanah bergerak ini juga mengancam sekitar 20 rumah warga yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, pihaknya menghimbau agar warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Kami sudah menyarankan kepada warga, jika hujan untuk mengungsi dulu ke tempat yang lebih aman. Karena jika hujan lebat, tanah terus bergeser. Termasuk 20 rumah yang terancam untuk ikut waspada. Meskipun belum sampai terdampak,” imbau dia.
Ia menyebut, lebar keretakan dinding rumah terus bertambah jika terjadi hujan lebat. Kondisi ini membuat warga takut jika rumah yang ditempati roboh.
Baca Juga: Awas! Tak Hanya Waspada Bencana, ISPA Bisa Menyerang Saat Musim Hujan
“Kalau hujan lebat pasti ada penambahan lebar dinding yang retak-retak ini. Sebenarnya kalau takut ya takut, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya.
Salah satu pemilik rumah, Sangaji menuturkan tanah bergerak yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya membuat rumah dan mushola rusak. Bahkan, rumah yang ia tempati dinding di sisi depan sempat ambruk.
“Rumah saya pernah bagian tembok yang depan ini ambruk karena retaknya cukup lebar. Rata-rata memang karena bagian lantai ambles dan bergeser sehingga membuat tembok retak,” ungkap dia.
Kondisi serupa juga terjadi di mushola yang rusak bagian lantai, dinding dan atap. Meski begitu, mushola tersebut masih digunakan warga untuk ibadah hingga saat ini.
“Sampai sekarang masih digunakan untuk ibadah. Termasuk juga kadang-kadang untuk kumpul warga,” kata dia.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah