SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah (Jateng) pernah memiliki tempat lokalisasi yang hingga kini masih diingat oleh warga sekitar. Meski sudah ditutup, tempat lokalisasi di provinsi ini tetap saja melekat hingga sekarang.
Menyadur dari Solopos.com, Wilayah Jateng memiliki beberapa bekas lokalisasi besar. dihimpun dari berbagai sumber, berikut lima bekas lokalisasi besar di Jateng:
1. Silir, Solo
Sejak puluhan tahun lalu, tepatnya tahun 1960 hingga 1961, Kota Solo mulai dikenal sebagai surganya kaum lelaki hidung belang. Citra itu muncul seiring berdirinya kawasan resosialisasi Silir di Semanggi, Pasar Kliwon, yang pada praktiknya berubah menjadi lokalisasi. Pelacuran di Silir merupakan kelanjutan dari sejarah bisnis esek-esek di Kota Solo yang berkembang setelah 1870.
Kawasan lokalisasi di Silir itu didirikan atas inisiasi Pemkot Solo yang kala itu dipimpin Hutomo Ramelan.Tapi sejatinya, jauh sebelum munculnya lokalisasi Silir, bisnis esek-esek sudah eksis di wilayah ini. Kini, tahun kawasan prostitusi itu ditutup, namun istilah kawasan pelacuran tetap melekat di benak masyarakat.
2. Lorok Indah, Pati
Lokalisasi terbesar di Pati, Jawa Tengah yakni Lorok Indah yang berada di Kecamatan Margorejo, resmi ditutup setelah 23 tahun beroperasi. Penutupan dilakukan pada 19 Agustus 2021. Lokalisasi ini berada di lahan persawahan yang mestinya menjadi kawasan tanaman pangan.
3. Sunan Kuning, Semarang
Lokalisasi terbesar di Jateng lainnya berada di kawasan Sunan Kuning, Semarang. Tempat ini dibuka pada 15 Agustus 1966 oleh Wali Kota Semarang, Hadi Sabeno dan ditutup pada 18 September 2019. Pada 2003 lalu, lokalisasi ini berubah nama menjadi Lokalisasi Muka Kuning.
Baca Juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Jawa
4. Gambilangu
Gambilangu merupakan salah satu lokalisasi besar di Semarang, Jateng. Tempat bisnis prostitusi ini berada di perbatasan antara Semarang dan Kendal.
Seremonial penutupan lokalisasi ini secara simbolis dilakukan di Terminal Mangkang, 18 November 2019. Seremonial penutupan lokalisasi GBL yang dihadiri Sekretaris Dirjen Kementrian Sosial, Wali Kota Semarang dan Bupati Kendal.
5. Tanjungkarang, Kudus
Kudus yang dikenal sebagai Kota Santri di Jateng ternyata juga memiliki lokalisasi besar. Bekas lokalisasi itu berada di Tanjungkarang, Kecamatan Jati. Bekas lokalisasi ini dulunya terletak di Pasar Hewan Tanjungkarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital
-
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
-
Ungkap Penyebab Kematian Atlet Porprov, Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Ekshumasi
-
Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara