Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 01 Januari 2022 | 18:45 WIB
Ilustrasi COVID-19. Kasus Covid-19 mengalami lonjakan di India, dalam sehari terdapat 22 ribu orang terpapar. (pixabay.com)

SuaraJawaTengah.id - Kasus Covid-19 mengalami lonjakan di India. Hal itu tentu saja harus menjadi bahan evaluasi oleh sejumlah pihak di Indonesia. 

India pada Sabtu melaporkan 22.775 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir, menurut data kementerian kesehatan setempat.

Penambahan itu menaikkan kekhawatiran bagi pihak berwenang tentang jumlah kasus yang kian meningkat.

Data itu mengindikasikan bahwa kota-kota metropolitan padat penduduk, seperti ibu kota New Delhi, pusat keuangan Mumbai, dan Kalkuta mencatat kenaikan paling tajam.

Di Bengal Barat, infeksi meningkat menjadi 3.450 kasus dalam 24 jam terakhir, 1.950 kasus di antaranya berasal dari Kalkuta, ibu kota negara bagian itu.

Enam belas kasus Omicron telah dilaporkan di Bengal Barat.

Pemerintah kota Kalkuta menetapkan 17 zona penguncian mikro di are-area permukiman yang memiliki lebih dari lima kasus.

Warga yang tinggal di zona-zona tersebut tidak diperbolehkan meninggalkan area permukiman untuk memutus penyebaran COVID-19.

Ajoy Chakrobarty, direktur dinas kesehatan negara bagian, mengatakan dia mengadakan pertemuan dengan rumah-rumah sakit swasta untuk memastikan fasilitas kesehatan siap menangani lonjakan kasus.

Baca Juga: Terdeteksi Positif Covid-19 di Atas Pesawat, Perempuan Ini Isolasi Diri 5 Jam di Toilet

India menghadapi gelombang kedua COVID-19 yang parah tahun lalu ketika rata-rata jumlah kasus mencapai sekitar 400.000 per hari.

Sejak itu jumlah kasus telah menurun drastis. Selama berbulan-bulan, angka nasional tetap di bawah 10.000 per hari.

Para pejabat dan pakar kesehatan kini khawatir varian Omicron dapat memicu gelombang ketiga COVID-19.
[ANTARA]

Load More