SuaraJawaTengah.id - Kader PDIP Temanggung, Fajar Nugroho terharu saat dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Belakangan Fajar kecewa hingga menolak bantuan yang diberikan Ganjar.
Menurut Fajar Nugroho, kunjungan Ganjar ke rumahnya berlangsung singkat dan tidak diketahui para tetangga. Keluarga kaget melihat mobil Gubernur parkir di jalan dekat rumah.
“Pertama pasti senang karena rumah saya didatangi orang nomer satu di Jawa Tengah. Perasaanya campur-campur. Ya mau nangis, ya seneng,” kata Fajar kepada SuaraJawaTengah.id, Kamis (13/1/2022).
Saat kunjungan Ganjar Pranowo, kebetulan semua anggota keluarga sedang berkumpul di rumah. Fajar menemui Ganjar di ruang tamu rumahnya yang hanya berdinding papan.
Lembaran plastik yang berfungsi sebagai langit-langit rumah, tampak sudah koyak di beberapa tempat. Bendera PDI Perjuangan dipajang di dinding yang catnya sudah mengelupas.
Fajar semakin terharu ketika Ganjar Pranowo menyerahkan bingkisan sembako dan mainan kepada anaknya Valinda Putri Nugraheny (10 tahun).
Ganjar juga memberikan telepon genggam kepada Putri, sambil berpesan bahwa perangkat telpon itu agar digunakan untuk belajar online. Sebagai warga Jawa Tengah, Fajar merasa begitu diperhatikan oleh sang Gubernur.
Tapi perasaan haru bercampur bangga itu berubah kecewa setelah Fajar mengetahui video kunjungan tersebut diunggah ke akun YouTube dengan judul “Rumah Reyot Kader PDI Perjuangan di Tanah Bengkok”.
Terlebih begitu Fajar melihat nyinyiran di kolom komentar yang menyudutkan partai. “Apalagi begitu lihat komentar di YouTube. Bener kalau main sosmed itu nggak perlu baper. Tapi ini sudah menyangkut harga diri.”
Baca Juga: Arahan Megawati ke Kadernya Menangkan Pemilu 2024; Turun ke Bawah Temui Masyarakat
Fajar merasa unggahan video di YouTube dapat memperkeruh hubungan internal PDI Perjuangan. Dia memilih mengembalikan bantuan dari Ganjar Pranowo agar suasana tidak memanas.
Fajar tidak menampik bahwa kondisi partainya saat sedang tidak stabil. Sebagai kader di bawah, tugasnya merapatkan barisan dan tidak terpengaruh situasi politik nasional.
“Ya seperti yang bisa kita lihat sendiri. Memang lagi begini (memberi isyarat tangan tidak stabil). Tapi kalau di bawah solid. Temanggung sebagai ‘Kandang Banteng’ harus bisa merapatkan barisan. Masalah di atas kami nggak tahu. Yang penting mengamankan daerah kita dulu,” ujar Fajar.
Bantuan berupa bingkisan bahan pokok, mainan anak, dan telepon gengam, dikembalikan melalui pemerintah Kelurahan Mungseng, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.
Dihubungi terpisah, Lurah Mungseng, Agus Sulistyo mengaku bingung bagaimana cara mengembalikan bantuan tersebut. “Bagaimanapun secara pemerintahan kan Gubernur itu atasan kami. Kami nggak mau kena salah,” kata Agus di kantornya.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
-
Kader PDIP Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Warganet: Biasanya Ada yang Bisikin di Belakang
-
Warga Temanggung yang Tolak Bantuan Ganjar Ternyata Kader PDIP: Tangan Kanan Ngasih, Tangan Kiri Nggak Boleh Melihat
-
Tak Terima Diunggah di Medsos, Warga Temanggung Kembalikan Bantuan yang Diberikan Gubernur Ganjar Pranowo
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris