SuaraJawaTengah.id - Kasus Covid-19 di Indonesia belakangan ini mengalami peningkatan. Bahkan, dalam sehari 1.000 lebih orang dari berbagai wilayah melaporkan positif terpapar Corona.
Anggota Komisi X DPR RI, A.S. Sukawijaya meminta pemerintah yang membidangi institusi pendidikan seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan dinas pendidikan di daerah-daerah untuk memantau perkembangan kasus melejitnya angka penyebaran Covid-19.
Hal ini karena pembelajaran tatap muka (PTM) di daerah-daerah terus berlangsung walaupun kasus penyebaran covid varian omicron terjadi di Indonesia.
“Pemerintah dalam hal ini kementerian atau dinas pendidikan harus mengantisipasi sejak dini bahaya penyebaran covid-19 di lingkup sekolah atau perguruan tinggi. Evaluasi mingguan atau harian harus dilaksanakan supaya institusi pendidikan tidak menjadi kluster penyebaran Covid-19,” kata pria yang kerap disapa Yoyok Sukawi dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Kamis (20/1/2022).
Menurutnya, kasus harian penyebaran Covid-19 di Indonesia yang sudah melebihi angka 1000 harus mendapat perhatian khusus di institusi pendidikan.
Seperti Rabu lalu, kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan 1.745 orang dengan kasus baru terbanyak dilaporkan oleh DKI Jakarta dengan 1.012 kasus berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19.
“Niatan sekolah itu niat yang mulia. Jangan sampai niatan tersebut menjadi bahaya kalau evaluasi berkaitan dengan penyebaran Covid-19 tidak dilakukan. Sekolah atau kampus harus tegas kalau memang ada siswa atau mahasiswanya sedang tidak enak badan untuk dianjurkan tidak usah datang ke sekolah atau kampus,” lanjut Yoyok Sukawi.
Legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini juga berharap protokol kesehatan harus ditegakkan di sekolah walaupun saat ini sebagian masyarakat sudah divaksin.
“Prokes juga jangan abai walaupun komponen di sekolah sudah vaksin. Ayo tertib semua supaya PTM tidak jadi kluster baru omicron yang saat ini kita waspadai,” pungkas Yoyok Sukawi.
Baca Juga: Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 ke-94, Danone Indonesia Sasar Anak Usia 6-11 Tahun dan Vaksin Booster
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak
-
Java United Butuh Dukungan di Jatidiri, Tiket Lawan Borneo FC Dipangkas Jadi Rp27 Ribu
-
Buntut Viral Video Penyalahgunaaan Narkoba, 125 Narapidana Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan
-
Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya
-
Bau Busuk di Gedung Kosong Kendal, Pria Terborgol Ditemukan Tewas