SuaraJawaTengah.id - Beredar informasi di media sosial, salah seorang warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, ditangkap. Warga Wadas menolak rencana penambangan batu di desa mereka.
Kabar penangkapan itu disebar oleh Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) melalui akun Instagram @wadas_melawan. Disebutkan warga ditangkap tanpa alasan jelas.
Staf Divisi Kampanye dan Jaringan LBH Yogyakarta, Dhanil Al Ghifary mengatakan, warga yang ditangkap bernama Muh Su’ud. Dia dikenal aktif mengampanyekan penolakan tambang batu di Desa Wadas.
Informasi sementara Muh Su’ud ditangkap saat dalam perjalanan menuju rumahnya. LBH Yogyakarta sebagai pendamping advokasi warga Wadas, mengaku kesulitan menghubungi warga di lapangan karena kendala sinyal.
Kasi Humas Polres Purworejo, Iptu Mardim Suryantoro membantah kabar penangkapan tersebut. “Tidak benar. Tidak ada penangkapan,” kata Iptu Mardim.
Menurut Iptu Mardim, hingga saat ini belum ada keterangan resmi soal penangkapan warga baik dari Polres Purworejo maupun Polda Jawa Tengah. “Tidak ada release resmi berarti hoax,” ujar Iptu Mardim.
Selain memberikan informasi soal penangkapan warga, akun IG @wadas_melawan juga mengunggah video apel personel polisi dalam jumlah besar di lapangan tak jauh dari kantor Polsek Bener.
Unggahan lainnya menunjukkan video rombongan polisi masuk ke Desa Wadas melalui jalan Dusun Kedungloteng. Tampak satu mobil patroli dan 3 truk unit Sabhara melintasi jalan desa.
“Aparat sudah mulai bergerak menuju Wadas. Kami butuh dukungan dan solidaritas kawan-kawan semua untuk menghentikan pengukuran dan masuknya aparat ke Desa Wadas,” tulis Gempa Dewa melalui akun Instagram @wadas_melawan
Baca Juga: Soroti Penambangan Wadas, Tokoh NU Imam Azis: Haram Perampasan Tanah
Terkait adanya apel personel dalam jumlah besar di sekitar Kecamatan Bener, Kasi Humas Polres Purworejo, Iptu Mardim Suryantoro meminta menunggu keterangan resmi dari Polda Jateng.
“Ditunggu release resmi dari Kapolda. Nanti release resmi dari Kapolda yang menyampaikan,” ujar Iptu Mardim.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari warga Desa Wadas terkati dugaan penangkapan Muh Su’ud. Nomer telepon istri Muh Su’ud, belum dapat dihubungi.
Berdasarkan SK Gubernur Jateng Nomor 509/41/2018, Desa Wadas ditetapkan sebagai lokasi penambangan batuan andesit material pembangunan proyek Bendungan Bener Purworejo.
Penambangan akan menempati lahan seluas 145 hektare ditambah 8,64 hektare lahan untuk akses jalan menuju proyek. Penambangan akan dilakukan menggunakan metode blasting (peledak) yang diperkirakan menghabiskan 5.300 ton dinamit.
Warga menolak penambangan karena mengancam keberadaan 27 sumber mata air di Desa Wadas yang berarti juga berpotensi merusak lahan pertanian warga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun