SuaraJawaTengah.id - Permasalahan kelangkaan dan mahalnya minyak goreng belakangan ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia.
Namun, di mata seorang dokter Tifa, permalasahan minyak goreng tersebut seharusnya tidak usah dibesarkan. Pasalnya banyak alternatif makanan yang bisa dimasak.
"Dear Rakyat Indonesia. Kalau kalian marah soal harga minyak goreng. Ingat, nenek moyang kita tidak pernah masak dengan cara menggoreng. Resep masakan Indonesia sangat kaya ragam dan rasa, tanpa ada proses menggoreng," katanya melalui akun twitter @DokterTifa.
"Nenek moyang kita, ajarkan cara masak ayam di gulai, woku, semur. Ikan dipepes, bakar, sop, kuah kuning, lempah, pindang. Tahu dan tempe diungkep, bacem, opor," sambungnya.
Dokter Tifa juga menambahkan bahwasanya Nabi Muhammad SAW tidak pernah memakan makanan yang mengandung minyak goreng.
"Ingat, Rasulullah saw tidak pernah sekalipun makan makanan yang digoreng. Beliau makan roti gandum, bubur jelai, sayur dan buah-buahan diacar, minum susu fermentasi, dan kurma. Beliau sangat sehat," tambahnya.
Ia pun menganggap kelangkaan dan mahalnya minyak goreng suatu keberkahan. Hal itu agar masyarakat Indonesia tidak selalu bergantung pada minyak goreng.
"Bagi saya sebagai Dokter, ada berkah minyak goreng jadi mahal. Ibu-Ibu kembali masak dengan cara lebih sehat. Nanti lebih langsing dan cantik," ungkapnya
"Bapak-Bapak terhindar dari penyakit jantung, stroke, diabetes," tandas Dokter Tifa.
Baca Juga: Berani Sulap Minyak Goreng Curah Jadi Kemasan, Pemda DIY Bakal Beri Sanksi Tegas
Cuitan Dokter Tifa itu sontak saja langsung dibanjiri komentar warganet. Alih-alih mendapat dukungan, Dokter Tifa justru jadi bulan-bulanan hujatan warganet.
"Bu maaf saya dagangnya gorengan. Seperti bakwan goreng, tahu bulat, pisang goreng, tahu isi goreng, tempe goreng. Apakah saya harus beralih jualan bakwan rebus, tahu bulat rebus, pisang rebus, tahu isi rebus, tempe rebus. Apakah begitu ya?," ujar akun @RiskiKi6997**.
"Ya kalau saya dan ibu gak terlalu masalah, tapi yang kasian kan yang mata pencahariannya emang dari jual makanan yang digoreng, seperti warsun, warteg, warpad, batagor, cireng, color. Masa mereka harus jual siomay, lotex dan karedok semua," tutur akun @pasirang**.
"Minyak itu udah jadi bahan pokok masyarakat Indonesia saat ini. Kita hidup di zaman sekarang bukan sama nenek moyang. Proses masak zaman sekarang dan zaman nenek moyang juga udah berbeda. Saat ini menggoreng tempe menggunakan minyak bukan pasir. Nyari pasir untuk menggoreng dimana?," imbuh akun @ahmaddwikurnia**.
"Nanti pas gas naik salahkan lagi, nenek moyang kita gak pernah pake gas. Nenek moyang kita pengendali api," sambung akun @DzakyAbi**.
"Lu doktor, masih aja pola pikirnya kek makhluk primitif. Sesuaikan dengan zaman pola pikirnya, sejarah memang nggak boleh d lupakan. Tetapi gaya hidup itu terus berkembang, nah lu suruh orang yang hidup tahun 2022 menggunakan metode di zaman majapahit, lah ngak cocok aduh," tegas akun @Rafi1111**.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Berbagi Kebaikan di Kota Surakarta, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan
-
Vonis 6 Bulan Penjara, Botok dan Teguh Langsung Bebas! PN Pati Jatuhkan Hukuman Percobaan
-
Perusahaan di Jateng Telat Bayar THR Bakal Disangksi, Begini Cara Melaporkannya
-
Mudik Gratis TelkomGroup 2026 Dibuka, Ini 7 Fakta Penting Rute, Kuota, dan Cara Daftarnya
-
Sikap Tegas Undip di Kasus Pengeroyokan Mahasiswa: Hormati Proses Hukum, Sanksi Berat Menanti