SuaraJawaTengah.id - Museum Ronggowarsito menyimpan Gamelan Pakurmatan yang berusia ratusan tahun dan sarat akan sejarah Kota Semarang.
Gamelan Pakurmatan merupakan gamelan milik Bupati pertama Semarang yakni Ki Ageng Pandan Arang atau yang kerap dikenal sebagai Sunan Pandanaran.
Pamong Budaya Ahli Muda Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, Laela Nurhayati mengungkapkan Gamelan Pakurmatan dibuat sekitar tahun 1800an.
Gamelan tersebut selalu dimainkan menjelang bulan Ramadhan pada zaman dahulu dan hanya dimainkan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan
"Dulu gamelan ini hanya dimainkan pada hari hari khusus saja, biasanya mengiringi tembang-tembang jawa," ungkap Laela kepada SuaraJawaTengah.id di Semarang, Rabu (30/03/22).
Laela menceritakan, Gamelan Pakurmatan milik Bupati Semarang pertama sebelumnya disimpan di dalam masjid Kanjengan.
Namun, pada tahun 1975 lalu Gamelan legendaris tersebut dititipkan ke musem Ronggowarsito agar mendapatkan perawatan agar tak rusak termakan usia.
"Dititipkan ke museum itu tahun 75 sama pemerintah waktu itu, karena itukan ada nilai historinya makanya dibawa kesini biar terawat," jelas Laela.
Lebih lanjut Laela menuturkan, Gamelan Pakurmatan atau Gamelan Kanjengan memiliki keunikan ornamen, lantaran adanya akulturasi kebudayaan Tionghoa dan kebudayaan Jawa yang terukir pada gambang.
Baca Juga: PT KAI Tutup Lokasi Tes Antigen di Lima Stasiun Daop Semarang
Pada ujung gambang Gamelan Pakurmatan, memiliki ornament berbentuk kepala anjing Foo yang melambangkan kemakmuran, kesuksesan dan perwalian menurut kebudayaan Tionghoa.
"itu kan ujungnya ada bentuk anjing Foo yang merupakan kepercaya budaya Tionghoa, jadi bisa disimpulkan ada percampuran dua budaya ketika pembuatan gamelan," terang Laela.
Laeala menambahkan, gamelan Pakurmatan saat ini yang tersimpan di masjid kanjengan merupakan replika dan masih digunakan ketika acara menjelang Ramadhan.
"Kalau ada dugderan itu masih dipakai, tapi itukan replikanya," katanya.
Ia menuturkan, untuk menghormati Gamelan Pakurmatan pihaknya kerap membersihkan perangkat gamelan seperti kenong dan demung setiap menjelang bulan Ramadhan.
Cara membersihkannya juga tak sembarang, yakni menggunakan cairan khusus yakni air sulingan aquades untuk mencuci dan dibalur cairan lapisan atau coating.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan