Kala itu Agus menganut kepercayaan kejawen dan kerap mengikuti acara kajian yang digelar perkumpulan Theosofi.
"Karena saya merasa cocok dan nyaman dengan perkumpulan ini, yang diajarkan juga mengenai menjadi manusia saling menghormati dan tidak saling membenci," ujar Agus.
Menurut Agus, anggota Theosofi juga mengagumi sosok Gus Dur sebagai tokoh Pluralisme di Indonesia.
"Yang jadi kami panutan itu seperti sosok Gus Dur, beliau sangat menjunjung keberagaman dan menghargai perbedaan," ucap Agus.
Perkumpulan Theosofi di Indonesia pertama kali didirikan di Kabupaten Pekalongan pada 1900 silam. Hingga kini perkumpulan Theosofi Maisy tetap eksis di sejumlah daerah seperti Solo, Surabaya dan Yogyakarta meski dengan anggota yang sedikit.
Kontributor : Aninda Putri Kartika
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya