Bupati Banyumas Achmad Husein dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Supangkat menandatangani tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam unjuk rasa di depan gerbang Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, [Jumat (8/4/2022) sore]
Usai menyampaikan orasi, Supangkat bersama Bupati Banyumas menandatangani tuntutan mahasiswa tersebut.
Aksi unjuk rasa yang melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Purwokerto itu menuntut pelaksanaan Pemilu 2024 sesuai dengan jadwal.
Selain itu, mahasiswa menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan meminta pemerintah segera stabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Mahasiswa juga menuntut dihentikannya kriminalisasi dan intimidasi terhadap masyarakat sipil, serta diwujudkannya reformasi agraria sejati dan industrialisasi.
Berita Terkait
-
Diwanti-wanti Jokowi, Zulkifli Hasan Tegas Sebut Wacana Penundaan Pemilu Tak Akan Terwujud
-
Wiranto Sebut Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu 2024 Tak akan Terjadi, Ini Alasannya
-
Sebut Jokowi Jengah Ada Menteri Ngomong Tunda Pemilu, Politisi PPP Tunjuk Hidung Salah Satu Contohnya Luhut
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polda Jateng Autopsi Jenazah AFF, Pelajar SMP di Pemalang yang Tewas Diduga Korban Perundungan
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Digagalkan! 300 Butir Obat Terlarang dan Sabu Nyaris Masuk Lapas Kelas I Semarang
-
Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang
-
Enam Korban Keracunan MBG Semarang Masih Dirawat, Dinkes Tunggu Hasil Uji Laboratorium