Jumlahnya naik menjadi 130 pemakaman prokes pada akhir Juli 2021. Bahkan pernah dalam 1 hari petugas memakamkan 16 jenazah Covid.
Dalam situasi genting saat itu SuaraJawaTengah.id sempat mendatangi blok pemakaman Covid TPU Giriloyo. Liang-liang lahat telah dipersiapkan menggunakan alat berat di lahan seluas dua lapangan sepak bola.
Tampak jelas tim pemakaman Covid kelelahan. Baju APD yang harus dikenakan saat mengubur jenazah terkonfirmasi, dijemur agak jauh dari tenda terpal yang menjadi tempat istirahat mereka.
“Tendanya belum lama dibongkar itu mas. Dulu bisa seharian kita pakai APD. Disemprot disinfektan, dijemur, terus dipakai lagi,” kata Heri mantan petugas pemakaman khusus Covid-19 yang SuaraJawaTengah.id jumpai Sabtu (30/4/2022).
Heri yang sekarang menjadi buruh lepas perawat makam, mengingat sekitar Juni hingga Juli 2021, tenaganya dikuras habis untuk memakamkan jenazah Covid.
Ambulan pengangkut jenazah datang silih berganti. Bahkan pernah antre beberapa kereta jenazah menunggu giliran pemakaman.
“Situasinya parah waktu itu. Kami sampai kewalahan menguburkan jenazah Covid. Alhamdulillah sekarang sudah nggak ada lagi pemakaman prokes.”
Menurut data kawalcovid19.id, sejak awal pandemi hingga saat ini total 156.257 orang meninggal akibat Covid-19 di seluruh Indonesia. Sebanyak 6.046.796 orang terkonfirmasi dan 5.882.660 dinyatakan sembuh.
Berdasarkan data yang dihimpun covid19.go.id, di Jawa Tengah selama pandemi terdata 626.874 kasus terkonfirmasi Covid. Sebanyak 163.531 kasus terjadi pada warga usia produktif 31-45 tahun.
Pemerintah tahun ini tidak lagi melarang masyarakat untuk mudik. Hal itu dimanfaatkan warga untuk berziarah ke makam keluarga di kampung halaman.
Menurut Suwarti beberapa keluarganya yang datang mudik dari luar kota juga akan berziarah ke makam suaminya.
“Ada juga keluarga dari luar kota yang datang. Tapi selang waktunya nggak sama ya. Ada yang datang sore, ada yang besok. Pas habis salat Ied juga ada yang kesini,” kata Suwarti.
Kesempatan ziarah juga dimanfaatkan Suwarti untuk menengok kondisi makam suaminya. Dia berniat merapikan dan menanam rumput di atas makam.
Sembilan bulan lalu Suwarti mungkin tidak bisa mengantar langsung suaminya dikbumikan. Tapi bukan berarti hari ini dia tidak sanggup memberikan kesan terbaik di tempat peristirahatan pasangan hidupnya.
“Ini mau saya rapikan biar sama dengan makam lainnya. Mau saya carikan tukang (merawat makam). Biar rapi kalau dikunjungi keluarga. Biar enak," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026
-
Kendal Tornado FC Incar Kemenangan Keempat Beruntun atas Persipura
-
Cari Kerja Tanpa Orang Dalam? Pemprov Jateng Buka 3.000 Lowongan di Job Fair MTQ Nasional
-
Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Pusat Ibadah Dunia, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Baru Ini
-
Resmi! UEA Tanam Modal di Jepara, Gubernur Ahmad Luthfi Gercep Kawal Proyek Mini Refinery Rp5 T