Yarindo sering dipakai sebagai obat penenang atau pemacu kerja jantung sekaligus. Peredaran obat ini sering dikaitkan dengan kejahatan remaja karena dipercaya bisa memicu reaksi agresif bagi para penggunanya.
Penyalahgunaan pil Yarindo atau obat penenang lainnya semakin sering ditemukan pada kasus narkotika yang melibatkan pelajar dan remaja.
Penjualan melalui online secara serta pembayaran via transfer, memudahkan para pengguna mendapatkan obat terlarang ini. Polisi masih kesulitan menelusuri kasus yang modus penjualannya menggunakan media sosial ketimbang nomor telepon.
Harganya yang murah juga menjadi penyebab lain mengapa pil Yarindo marak digunakan oleh para pelajar dan remaja. Dengan harga Rp800 ribu per 1.000 butir, rata-rata 1 butir pil Yarindo dibeli seharga Rp800.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Lahan Kritis Harus Libatkan Masyarakat
-
Gubernur Luthfi Potong Jalur Tengkulak, Demi Amankan Harga Pangan dari Gejolak Global
-
Pemprov Jateng Upayakan Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Tuntas 2026
-
Harga Pertamax Melonjak Drastis, Tembus Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini!
-
Ratusan Guru di DIY Dilatih AI untuk Pangkas Beban Administrasi