Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 27 Juni 2022 | 19:16 WIB
Internet koin milik Soufi Assegaf warga Klaten. [suara.com/ari welianto]

Rata-rata satu hari itu sekitar 20 orang, pas malam minggu atau malam hari libur lebih banyak jumlahnya, bisa 30-an orang.

"Pas ramai itu kalau malam, abis salat isya sampai tengah malam. Yang makai mayoritas anak-anak tapi orang tua juga ada, tapi biasanya buat streaming Youtube," jelas dia.

Soufi menambahkan, pas PJJ saat pandemi kemarin banyak yang mengakses untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas.

Jangkauan sinyalnya itu jaraknya sampai sekitar 20 meter dari rumah. Siapa yang mengakses dan berapa lama Itu langsung tercatat otomatis di halaman admin.

Baca Juga: Empat Trik Atasi Internet Lemot di HP

"Pernah ada yang memakai sampai 5 jam. Jadi tercatat secara otomatis. Saya sempat tanya kenapa pakai internet koin, karena kalau pakai data di HP itu boros katanya," tuturnya.

Setiap bulan, ia mengisi data itu Rp 150.000 buat 50 giga tapi pemakaiannya tidak sampai habis. 

Setiap bulannya, ia rata-rata memperoleh Rp 200.000. Ia sengaja tidak mengambil untung banyak, yang penting warga bisa menikmati akses internet murah.

"Tiap bulan saya mengisi paket data 50 giga, itu Rp 150.000. Para tetangga malah mendukung, malah ada yang minta jaraknya diperluas lagi," pungkas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga: 4 Cara Atasi Internet Lemot di Ponsel, Yuk Dicoba

Load More