SuaraJawaTengah.id - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, menjadi calon kuat untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Nama, Ganjar Pranowo pun diusulkan publik menjadi Cawapres.
Berdasarkan data dari Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN), mengungkapkan nama-nama yang diinginkan publik mendampingi Prabowo, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (10,9 persen), Ketua DPR Puan Maharani (10,3 persen), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (9,9 persen), dan Wakil Ketua DPD Muhaimin Iskandar (7,2).
Selain itu terdapat Menteri BUMN Erick Thohir (3,4 persen), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uni (2,3 persen), dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (2,2 persen). Sementara itu, ada 36 persen yang tidak menjawab.
Namun demikian, Direktur Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mengungkapkan keinginan publik agar Presiden Joko Widodo memilih calon wakil presiden untuk mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bila maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.
"Ternyata yang menduduki peringkat satu sebanyak 17,8 persen itu pilihan Jokowi. Publik ingin cawapres Prabowo itu dipilih oleh Presiden Jokowi jika nanti maju lagi pada Pilpres 2024," kata Igor Dirgantara dikutip dari ANTARA di Jakarta, Jumat (10/7/2022).
Igor berpendapat bahwa hasil survei periode Juli ini berdasarkan sejumlah alasan, antara lain, kecenderungan pemilih Presiden Joko Widodo akan bermigrasi pada Prabowo mengingat sang Presiden tak bisa lagi maju pada pemilu mendatang.
Alasan lainnya, publik mengapresiasi keputusan Prabowo bergabung ke pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, kinerja positif Prabowo sebagai Menteri Pertahanan, dan sentimen di media sosial yang juga positif.
Igor mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo berpotensial menjadi pembuat raja atau orang yang memiliki kekuatan besar dalam sebuah hasil pemilihan presiden (king maker). Hal ini bila tidak ada calon presiden yang dominan pada Pilpres 2024.
"Kalau pada tahun 2024 tidak ada calon yang dominan seperti Presiden SBY pada tahun 2009 dan Presiden Jokowi pada tahun 2019, peluang Presiden Joko Widodo sebagai king maker makin kuat karena tidak ada calon yang dominan. Apalagi, ada presidential threshold 20 persen," kata dia.
Baca Juga: Ribuan Srikandi di Jabar Kenalkan Ganjar ke Milenial Lewat West Java Dance Festival
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya