Aris percaya malam satu suro adalah malam kramat, khususnya saat pergantian waktu dari malam ke pagi hari.
"Maka dari itu saya melaksanakan tengah malam, namun ada juga yang percaya berendam saat malam hari dan selesai tengah malam. Semua tergantung kepercayaan masing-masing," jelasnya.
Aris menjelaskan, prosesi tersebut hanya dilakukan saat malam satu suro, satu kali dalam satu tahun.
"Percaya atau tidak, memang pertemuan dua aliran sungai di sini punya khasiat tersendiri. Hal yang sama juga dilakukan nenek moyang saya, jadi saya hanya meneruskan saja," ucapnya sembari melenggang pergi.
Sementara itu, Supadi sesepuh sekitar Tugu Suharto menerangkan, prosesi malam satu suro sudah ada puluhan tahun silam.
Bahkan Supadi mengatakan, sejak ia kecil sudah banyak orang yang menjalankan prosesi tersebut di sugai tersebut.
"Yang ke sini dari beberapa daerah, tradisi ini juga sudah ada puluhan tahun silam. Di tahun 1965 juga sudah dilakukan," ucap pria berusia 62 tahun itu.
Dijelaskannya, hingga kini tradisi berendam di pertemuan aliran sungai tersebut masih terjaga dan terus dilakukan masyarakat.
"Memang ada dua versi kalau menurut leluhur saya, yang pertama pertemuan dua aliran sungai di sini hanya ada satu di Kota Semarang, dan beberapa mengatakan tempat tersebut bertuah. Versi lainnya, tempat tersebut menjadi lokasi bersejarah karena pernah menyelamatkan para pejuang termasuk Suharto saat pertempuran lima hari di Semarang," jelasnya.
Baca Juga: Arema FC Menang 2-1 Atas PSIS Semarang
Menyoal tugu Suharto sendiri, Supadi mengatakan, tugu tersebut sudah ada sejak 1965.
"Ketingginya mencapai 27 meter, adanya tugu tersebut sebagai penanda tempat itu pernah menyelamatkan nyawa Suharto saat bertempur melawan penjajah," imbuhnya.
Ia menambahkan, dua aliran sungai yang ada memiliki keistimewaan, satu aliran bersuhu dingin dan satuan hangat.
"Nah hal itu yang membuat banyak orang penasaran, namun memang benar adanya kalau suhu air dari dua aliran tersebut berbeda. Jika berendam di tengahnya akan merasakan percampuran dua suhu tersebut," tambahnya.
Kontributor : Aninda Putri Kartika
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight