"Teknisnya camping ground diisi setelah homestay penuh, atau diselang -seling itu nanti kita menyesuaikan,"ujarnya.
Untuk paket traveller atau camping, pengunjung tak perlu repot membawa peralatan. Panitia sudah menyediakan fasilitas tenda sehingga wisatawan cukup membawa perlengkapan pribadi.
"Fasilitas sudah termasuk sarana, tinggal bawa perlengkapan pribadi, tenda sudah disiapkan panitia,"sebutnya.
Dengan konsep DCF 2022 ini, panitia meningkatkan kualitas merchandise dan fasilitas. "Tentu hal ini diikuti dengan menaikkan kualitas merchandise yang bagus, cinderamata yang menarik dan sebagainya,"ungkapnya.
Kini, peserta yang akan dicukur dalam gelaran DCF 2022 pun sudah masuk dalam daftar. Sebelumnya, panitia melakukan seleksi peserta bocah rambut bajang yang akan ikut dalam prosesi DCF 2022.
"Jumlah peserta yang dicukur ada 12 yang sudah kita pilih. Itu beragam alamat, ada dari Pekalongan, Batang, Wonosobo, Jakarta, dan sebagainya,"sebutnya.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan