SuaraJawaTengah.id - Mantan kuli bangunan warga Salaman, Kabupaten Magelang mewakili Jawa Tengah pada kompetisi pijat tradisional di Jakarta dan Bali. Mengejar mimpi menjadi tukang pijat keluarga Kerajaan Brunei Darussalam.
Kompetisi yang digelar Kanjeng Mass Indonesia itu menjaring tukang pijat dari seluruh Indonesia. Grand final akan digelar di Bali, 12-14 November 2022.
Partiman warga Dusun Jurusawah, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, menjadi salah seorang peserta yang lolos menjalani seleksi di Jakarta. Dia akan bersaing dengan tukang pijat dari Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Sebagai ahli pijat tradisional, Partiman memiliki senjata andalan berupa alat pijat refleksi dan koin benggol keluaran Nederlandsch Indie tahun 1858 senilai 2 ½ cent.
Tapi aturan penilaian pada kompetisi pijat di Jakarta nanti, melarang para terapis menggunakan alat bantu. Pemijatan harus dilakukan sepenuhnya menggunakan tangan kosong.
"Penjurian yang saya tahu hanya boleh pakai tangan (tidak menggunakan alat). Alat ini tetap saya bawa tapi tidak dipakai. Itu murni tangan," kata Partiman, Jumat (19/8/2022) saat ditemui di rumahnya, Griya Salaman Asri Blok B 20.
Juri akan menilai teknik pijat yang dipakai terapis. Juru pijat harus bisa menjelaskan maksud dan khasiat dari gerakan pijat yang dilakukan.
Peserta diberi waktu memijat selama 1 jam dengan diiringi musik relaksasi. Tantangan lainnya, sesi pemijatan dilakukan dengan mata ditutup atau pijat buta istilahnya.
Sistem penjurian saat final di Bali tentu lebih sulit. Selain wajib menjelaskan maksud dari gerakan pijat, terapis harus bisa mendeteksi penyakit yang diderita pasien.
Baca Juga: Si Cantik dan Ancaman Putri Candrawathi ke Ferdy Sambo Pemicu Pertengkaran di Magelang
"Di Bali penilaiannya sudah deteksi penyakit. Karena nanti yang menilai sudah master-master. Rajanya raja pijat."
Menurut Partiman juri memberikan nilai tinggi jika terapis bisa membuat pasien relaks. Nilai sempura jika pasien sampai tertidur. "Kalau bisa sampai bikin pasien tidur, ada nilai plus. Dia nggak merasakan sakit. Tidur pulas."
Pada awalnya Partiman mempelajari teknik pijat secara otodidak. Sebagai penggemar pijat, dia sering sengaja berburu mencoba para ahli "permak badan" di sekitaran Magelang.
"Jadi kemanapun pijat kita nikmati. Secara tidak langsung ya belajarnya otodidak seperti itu. Berdasarkan saran dari para tukang pijat."
Sambil menikmati pijatan, Partiman mempelajari berbagai teknik yang digunakan.
Sekitar tahun 2015, Partiman mulai mempraktikkan ilmunya. Pasien-pasienya adalah para rekan sesama tukang bangunan.
Berita Terkait
-
Tangan Kanan Ferdy Sambo Lihat Adegan Putri Candrawathi dengan Brigadir J di Sofa dan Kamar Sang Jenderal, Benarkah ?
-
Putri Candrawati Giliran Diperiksa, Susul 63 Anggota Polri
-
Diseret ke Magelang, Kesaksian ART Ferdy Sambo Soal Adegan di Sofa dan Kamar Putri Candrawati Diragukan, Setimpal Nyawa Brigadir J yang Dihabisi?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight