SuaraJawaTengah.id - Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih menjadi tokoh yang kuat untuk bisa maju di Pemilihan Presiden (Pilpres 2024). Hal itu berdasarkan hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS).
Temuan survei CPCS menunjukkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencapai 24,1 persen, lebih unggul daripada Prabowo Subianto (22,3 persen) dan Anies Baswedan (21,4 persen).
"Ganjar, Prabowo, dan Anies menguasai tiga besar bursa capres, disusul oleh AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) yang menyalip RK (Ridwan Kamil) dan Sandiaga Uno," kata Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta dikutip dari ANTARA pada Jumat (16/12/2022).
Menurut Okta, elektabilitas Ganjar menunjukkan tren kenaikan selama dua tahun terakhir. Sementara itu, Prabowo cenderung stabil, sehingga berpeluang disalip oleh Anies yang bergerak melejit.
"Prabowo masih menikmati tingginya elektabilitas setelah Pemilu 2019, tetapi Anies-lah yang kini tampaknya sedang mendapatkan momentum setelah resmi diusung oleh NasDem," ucap Okta.
Artinya, Okta melanjutkan, jika tren tersebut bertahan hingga tahun depan, Ganjar dan Anies akan bersaing ketat, meninggalkan Prabowo.
Selain ketiga tokoh tersebut, Okta berpandangan bahwa AHY berpeluang untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Agus Harimurti Yudhoyono memiliki elektabilitas sebesar 5,0 persen. AHY berhasil menggeser posisi Ridwan Kamil (4,6 persen) dan Sandiaga Uno (3,4 persen).
"Dibandingkan dengan RK dan Sandi, elektabilitas AHY cenderung stabil, dan kini tampak mulai bergerak naik," ujar Okta menjelaskan.
Lebih lanjut, Okta memaparkan bahwa nama sejumlah tokoh mulai meredup, seperti Tri Rismaharini (0,8 persen) dan Mahfud MD (0,6 persen). Nama Risma mulai menghilang, seiring dengan naiknya elektabilitas Puan Maharani (2,5 persen).
Baca Juga: Soal Siapa Sosok Cawapres Anies Baswedan, NasDem: Tidak Ada Isu Apapun soal Cawapres
"Di internal PDIP tersisa nama Ganjar dan Puan yang berebut tiket capres, sedangkan Risma tampaknya lebih diproyeksikan untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta," ujar Okta.
Survei CPCS dilakukan pada 1-8 Desember 2022, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili 34 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka.
Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik