SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkunjung ke Kecamatan Jatibarang, Brebes, Senin (9/1/2023). Ganjar meninjau beberapa lokasi terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (4/1/2023) akibat luapan Sungai Cibiyuk.
Dua lokasi dikunjungi Ganjar, yakni Desa Jatibarang Kidul dan Desa Kemiriamba. Kondisi terparah terlihat di Desa Jartibarang Kidul. Di tempat itu, sebanyak 30 rumah warga rusak berat, sedang, maupun ringan.
Saat Ganjar datang, kondisi kerusakan masih terlihat, beberapa tembok rumah jebol bahkan ada satu rumah yang dihuni 5 kepala keluarga ambruk.
"Kejadiannya mendadak pak, tiba-tiba air langsung menerjang. Ini banjir terparah sejak banjir dulu tahun 1991," kata salah satu warga.
Ganjar pun meninjau rumah-rumah warga yang roboh. Ia juga melihat kondisi sungai yang mepet dengan pemukiman warga yang belum ditanggul.
"Ini mepet sekali ya dengan sungai, tanggulnya juga kurang tinggi. Ini bahaya," katanya.
Ganjar kemudian mengecek dapur umum untuk memastikan stok logistik aman. Ia juga menerima keluhan warga yang berharap diberikan bantuan pembangunan rumah serta peralatan sekolah anak-anak yang hanyut.
"Saya cek banjirnya sudah surut ya, tapi saya minta Dinas Pusdataru untuk segera turun dan memperbaiki tanggul, karena itu kurang tinggi. Kalau tanggulnya diperbaiki, maka wilayah kampung ini bisa aman. Selain itu, saya minta juga penghijauan di wilayah hulu digiatkan lagi," katanya.
Laporan kepala desa, ada 30 rumah warga yang rusak akibat banjir bandang itu. Ganjar memastikan akan membantu perbaikan rumah warga yang rusak itu.
Baca Juga: Lawan Anies di Pilpres, PDIP Kehabisan Stok Kader! Muncul Nama Megawati
"Akan kita perbaiki, yang rusak ringan dan sedang akan dibantu dari Kabupaten Brebes, nanti yang rusak berat akan saya bantu sendiri dari Pemprov Jateng. Tinggal nanti didata dan diusulkan," jelasnya.
Selain itu, Ganjar juga meminta Kades mendata anak-anak yang kehilangan peralatan sekolah. Nantinya, seragam, buku, sepatu dan alat lain yang hanyut akan dibantu.
"Saya minta didata berapa anak sekolah yang kehilangan peralatannya, tadi saya lihat ada yang nggak sekolah karena nggak punya seragam. Dan yang paling penting saya minta ke Kades agar memastikan suplai logistik tidak boleh kurang," pungkasnya.
Sementara itu, Ali,40, salah satu korban banjir mengatakan sangat senang didatangi Ganjar. Menurutnya, kehadiran Ganjar diharapkan dapat membantu persoalan warga.
"Ya senang sekali didatangi pak Ganjar, harapannya nanti dibantu mulai perbaikan rumah sampai kebutuhan lain termasuk kebutuhan anak sekolah," katanya.
Ali mengatakan, banjir bandang datang begitu cepat pada Rabu pukul 19.00 WIB. Ia tidak bisa menyelamatkan harta benda, hanya bisa berlari menyelamatkan nyawa keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya