SuaraJawaTengah.id - Mungkin belum banyak orang yang tahu di Semarang Barat tepatnya Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang ada peninggalan sejarah kerajaan di Jawa yang masih berdiri kokoh.
Peninggalan sejarah tersebut bernama monumen watu tugu atau lebih dikenal masyarakat setempat dengan sebutan candi tugu.
Dari catatan sejarah, diperkirakan monumen watu tugu sudah ada sejak abad ke-8 atau ke-10 masehi. Konon, watu tugu tersebut sebagai penanda batas dua kerajaan besar di Jawa antara Padjajaran dan Majapahit.
Namun, ada versi sejarah lain yang menyatakan kalau monumen watu tugu itu dulunya merupakan dermaga atau pelabuhan. Sebab pada tahun 1970an sempat ditemukan sebuah jangkar kapal di area tersebut.
Bagaimana pun sejarahnya, bangunan monumen watu tugu berbentuk bulat panjang dan meruncing ke atas itu perlu terus dilestarikan.
Pagi itu, Selasa (11/7), saya mencoba menengok monumen watu tugu yang lokasinya tidak jauh dari jalan pantura walisongo kilometer 11. Akses jalan menuju watu tugu tersebut terbilang tidak terlalu sulit.
Setelah menaikki puluhan anak tangga, saya pun cukup tercengang melihat pemandangan lokasi sekitar monumen watu tugu. Meski tidak ada penjaga, tempat tersebut terlihat bersih dan suasana di atas sana terasa sangat sejuk.
Selain monumen watu tugu, di lokasi tersebut juga berdiri relief bangunan candi gedong songo yang diprakarsai oleh PT. Tanah Mas Semarang pada tahun 1984-1985.
"Asal muasal sejarah Kecamatan Tugu itu diambil dari monumen watu tugu. Bisa dikatakan juga sebagai identitas warga Tugu," ucap mantan juru pelihara watu tugu, Sumarto pada SuaraJawaTengah.id saat ditemui di kediamannya, Selasa (11/7).
Saat masih menjadi juru pelihara monumen watu tugu, Sumarto sama sekali tidak memperhitungkan bayaran yang ia terima. Niatnya satu, hanya ingin merawat dan melestarikan peninggalan bersejarah.
"Sejarah yang saya baca, situs watu tugu untuk menandakan pembatasan kerajaan Padjajaran dan Majapahit," terangnya.
Sumarto diketahui mengabdi jadi juru pelihara monumen watu tugu rentan waktu 2000-2016. Dirinya memutuskan berhenti lantaran ingin beralih profesi demi membiayi kedua anaknya kuliah.
Pasca Sumarto keluar, monumen watu tugu sempat terbengkalai dan tidak terawat. Ilalang menjulang tinggi, dedaunan dan rating-ranting pohon berjatuhan dibiarkan berserakan.
"Sekitar tahun 2020 ada warga yang peduli dan mau merawat tugu watu. Kemudian dibentuklah semacam komunitas bernama
Forum Ngupokoro Candi Tugu (FNCT)," paparnya.
Berpotensi Jadi Wisata Baru
Berita Terkait
-
Kasus Antraks Merebak, Pemkot Semarang Perketat Peredaran Daging Sapi
-
Penduduk dengan Kemiskinan Ekstrem di Kota Semarang Masih 2.000 Orang, Ini yang akan Dilakukan Pemerintah
-
Cuma 5 Km dari Simpang Lima Semarang! Ada Stadion dengan Rumput Sintesis Berstandar FIFA dan Telan Biaya Rp16,8 Miliar : Bisa Tebak ?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya