SuaraJawaTengah.id - Camat Gajahmungkur, Adhe Bakti atau lebih sering disebut camat viral turut dimutasi bersama 348 jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Selasa (1/8/2023).
Namun, pemindahan jabatan Adhe Bakti ke Dinas Pemadam Kebarakan Kota Semarang cukup mematik perhatian masyarakat. Mereka tidak sedikit mengkaitkan mutasi lelaki yang akrab disapa Adhe tersebut dengan konten video nasi goreng.
"Bukan saya yang menghubung-hubungkan (mutasi dengan konten video nasi goreng)," ucap Adhe saat ditemui di Damkar Kota Semarang, Rabu (2/8/2023).
"Itu persepsi masyarakat aja," lanjut Adhe.
Lelaki yang mengenakan pakaian berwarna putih itu lantas membeberkan soal konten video nasi goreng yang dianggap menyindir program Wali Kota Semarang.
Dirinya bahkan sampai lupa tanggal pembuatan video tersebut. Waktu itu dia hanya diajak sama warga yang ingin bikin video dengannya.
"Ada warga yang minta tolong dibuatkan video. Kebetulan temanya soal nasi goreng. Terus saya nyeletuk, lah sego goreng meneh ek," tutur Adhe sembari menceritakan ihwal konten video nasi goreng.
Adhe nggak sengaja nyeletuk omongan yang mungkin dinilai tidak mengenakan. Tetapi ia mengakui waktu itu hampir sepanjang hari makan nasi goreng.
"Programnya bagus bisa sebagai media pengenalan nama wali kota ke masyarakat. Walau namanya panjang, tapi kan nama nasi gorengnya pendek," imbuh Adhe.
Baca Juga: Tak Hanya Lunpia, Ini Kuliner Legendaris Kota Semarang, Wajib Dicicipi Bagi Para Pelancong
Selepas pelantikan menjadi Sekertaris Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Banyak warga Gajahmungkur yang sedih ditinggal sosok pemimpin muda dan enerjik tersebut.
"Tak sedikit warga yang nangis karena ditinggal oleh pak camat. Tetapi saya bilang tidak ditinggal, hanya dipindah tugaskan. Jadi warga Gajahmungkur masih bisa komunikasi dengan saya," jelas Adhe.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan soal mutasi Adhe Bakti tidak ada kaitannya sama sekali dengan konten nasi goreng.
"Mutasi hal biasa, sesuai dengan kebutuhan organisasi," singkat perempuan yang akrab disapa Ita saat dikonfirmasi melalui saluran telepon.
Kontributor: Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga