Diduga masif pembangunan industri disekitar pesisir dan reklamasi di wilayah Kota Semarang disinyalir jadi penyebab utama pesisir Sayung mengalami abrasi dan sering dilanda banjir rob.
"Dulu warga Sayung hidupnya sangat baik, sebelum gencarnya pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan industri jadi petaka. Sebab berdampak buruk terhadap lingkungan mereka," jelas Mila.
Mila bersama tiga orang rekannya menulis buku tersebut untuk mendokumentasikan kehidupan warga Sayung. Mila ingin generasi muda disana belajar bersikap secara bijak melihat permasalahan lingkungan di Sayung.
"Ini tentang keberpihakan yang harus kita suarakan. Kami di perguruan tinggi dan teman-teman jaringan akan terus menyuarakan keresahan mereka," ungkap Mila.
Menurut Mila proses pengerjaan buku "Urip Dioyak-oyak Banyu" butuh waktu selama satu tahun. Ia dan kawan-kawannya sering bulak-balik ke sana jika ada data yang dianggap masih kurang.
Buku ini juga merupakan lanjutan dari buku berjudul "Malih Dadi Segoro". Semua penulisan kedua buku tersebut menggunakan bahasa semi populer. Sehingga lebih mudah dimengerti semua kalangan.
"Buku ini kami tulis bukan untuk konsumsi penelitian, tapi untuk warga. Pengetahuan-pengetahuan warga dibukukkan supaya mereka punya kenangan oh dulu ceritanya seperti ini," imbuhnya.
Pemerintah Harus Turun Tangan
Perempuan yang gencar menyuarakan isu-isu lingkungan di pesisir itu meminta pemerintah turun tangan menangani permasalahan di Sayung. Dirinya tidak anti pembangunan, asalkan memperhatikan aspek-aspek yang tidak berdampak negatif pada lingkungan.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Pastikan Ketersediaan Air Bersih untuk Korban Rob
"Kalau melakukan pembangunan tidak salah, tapi harus dipilih wilayahnya. Sehingga tidak berdampak pada wilayah yang kondisinya sudah parah," tutur Mila.
"Kita ketahui semua tanah di pesisir tanah muda, jadi kalau ada beban diatasnya pasti akan turun. Apalagi kalau dibangun industri pasti ekploitasi air tanah secara besar-besaran," tambahnya.
Mila juga berharap Pemkab Demak lebih perhatian dan mau mendengarkan aspirasi-aspirasi warganya. Sebab penderitaan warga Sayung tidak boleh berlarut-larut.
"Pembangunan di satu sisi juga harus mementingkan masyarakat, bukan soal investasi. Pemkab Demak seharusnya bisa menjadi perpanjangan dari kawan-kawan di pesisir, bagaimana menyampaikan kepentingan warganya ke pemerintah provinsi dan pusat," tandasnya.
Kontributor: Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah