SuaraJawaTengah.id - Timnas Vietnam U-23 baru saja merengkuh tittle juara Piala AFF U-23 yang diselenggarakan di Thailand usai mengalahkan Timnas Indonesia U-23.
Bermain di Rayong Province Stadium, Thailand, Sabtu (26/8) malam. Kedua tim cukup berimbang, bahkan di waktu normal skor masih 0-0.
Pertandingan ketat tersebut kemudian harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu 2×15 menit. Tetapi baik Indonesia maupun Vietnam tidak mampu mencetak sebiji gol.
Di babak adu penalti, Timnas Indonesia menelan pil pahit setelah kalah 5-6. Penendang penalti keenam, Ernando Ari berhasil ditepis penjaga gawang Vietnam.
Gelar juara Piala AFF U-23 jadi sejarah untuk Timnas Vietnam. Mereka mampu meraih trofi tersebut berturut-turut setelah tahun 2022 memenanginya.
Sejauh ini sepanjang gelaran Piala AFF U-23 diselenggarakan baru ada tiga negara yang menjadi kampiuan. Termasuk Indonesia pada tahun 2019 silam.
Piala AFF U-23 pertama kali digelar tahun 2005. Namun pada perjalanannya ajang bergengsi sesama negara Asean ini pernah beberapa tahun vakum.
Berikut ini rangkuman tiga negara yang sukses memenangi gelar Juara Piala AFF U-23. Sementara ini Vietnam jadi raja dengan raihan gelar terbanyak.
1. Tahun 2005
Timnas Thailand berhasil menjadi negara pertama yang menenangi gelar juara Piala AFF U-23. Saat itu mereka mampu mengalahkan Singapura.
Sedangkan diposisi ketiga diduduki oleh Myanmar dan posisi keempat ditempati Malaysia.
2. Tahun 2019
Timnas Indonesia sukses merangkuh gelar juara Piala AFF U-23 tahun 2019 setelah dipartai final mengalahkan Thailand dengan skor tipis 2-1.
Sedangkan untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh Timnas Vietnam dan Kamboja.
3. Tahun 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
BRI Peduli Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu di Purwodadi
-
7 Fakta Penemuan Pendaki Syafiq Ali Usai 17 Hari Hilang di Gunung Slamet
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global