SuaraJawaTengah.id - Lama tertidur, pada Kamis (19/10/2023) lalu, status Gunung Slamet meningkat drastis. Karena kondisi terbaru ini, warga yang berada di lokasi tersebut, diminta untuk lebih waspada.
Gunung yang berada di Jawa Tengah ini menunjukan aktivitas tremor yang cukup tinggi di sekitar lokasi tersebut. Tremor yang terjadi ini berada dalam amplituda dominan 3 mm.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut bahwa saat ini status Gunung Slamet meningkat dari Level I (normal) menjadi Level II (waspada) sejak 19 Oktober 2023 lalu.
Melihat status Gunung Slamet yang meningkat drastis ini, BPBD setempat sudah melakukan rencana penanganan jikalau erupsi terjadi.
Status dan aktivitas Gunung Slamet akan terus dipantau secara berkala melalui beberapa lokasi seperti Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Kabupaten Pemalang hingga Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral yang ada di Purwokerto.
Karena status Gunung Slamet meningkat, warga dan pendaki diharapkan untuk tidak berada di lokasi gunung dalam radius 2 kilometer dari puncak kawah.
Melihat lokasinya, Gunung Slamet berada di kawasan Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga.
Aktivitas terakhir Gunung Slamet terjadi pada Maret 2014 hingga Agustus 2014 lalu. Kejadian ini menimbulkan erupsi dengan material abu di sekitar kawah.
Baca Juga: Waduh! Proyek Pembangunan Saluran Air Bersih Diduga Sebabkan Hutan di Gunung Slamet Longsor
Berita Terkait
-
6 Mitos Gunung Slamet, Benarkah Jika Meletus Bisa Membelah Pulau Jawa?
-
Mahasiswa Unsoed Meninggal saat Mendaki Gunung Slamet, Ini Kronologinya
-
Viral Ibu Melahirkan di Pos 3 Pendakian Gunung Slamet, Warganet: The Real Anak Gunung
-
Tanpa Bantuan Medis, Seorang Perempuan Melahirkan di Pos 3 Pendakian Gunung Slamet
-
Konektivitas Lalu lintas Pariwisata Pemalang, Purbalingga, Banyumas Lewat Jalan Pintas
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Edukasi Finansial, Dorong Semangat Belajar
-
Didakwa Pasal Berlapis, Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq Tak Ajukan Keberatan
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau