Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 06 November 2023 | 13:57 WIB
Candi Borobudur (Freepik/alexvog)

Ia pun mengutus putranya, yakni Diah Lokapala untuk menjadi panglima yang memimpin bala pasukan Medang. Pertempuran itu pun terjadi di perairan sungai Tangkisan, Tawangsari. Pertempuran tersebut dimenangkan oleh pasukan Diah Lokapala.

Sementara, pasukan Bala Putra Dewa bersama dengan Rakai Walaing berlari mundur ke Bukit Abhayagiri. Bukit tersebut sebagai pangkalan kemudian dijadikan pagar yang dibuat dari tumpukan batu sekaligus sebagai benteng pertahanan terakhir.

Namun, pada akhirnya bala pasukan tersebut kembali tunduk terhadap kepemimpinan Pramoda Wardhani dan suaminya. Bala Putra Dewa pun memilih untuk membangun kerajaan baru di luar pulau Jawa, yakni Srivijaya.

Pada tahun 856 M, sepeninggal Balaputradewa, Rakai Pikatan kemudian membangun Candi Prambanan untuk tempat ibadah para penganut Siwa. Pada masa tuanya, Rakai Pikatan memilih untuk meninggalkan urusan dunia dan menjadi pertapa.

Baca Juga: Fakta Menarik KAWS:HOLIDAY, Patung Raksasa Karya Brian Donelly Rebahan di Candi Prambanan

Sejak saat itu, Wangsa Syailendra terbagi menjadi srivijaya dengan Bala Putra Dewa bersama keturunannya dan Medang Mataram dengan Pramodawardhani dan Rakai Pikatan beserta keturunannya.  

Kontributor : Dinnatul Lailiyah

Load More