SuaraJawaTengah.id - Pasar Johar merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki sejarah panjang terhadap perkembangan Kota Semarang dari zaman kolonial Belanda.
Pasar tradisional yang pernah terkenal sampai dunia Internasional ini diperkirakan sudah berdiri pada pertengahan abad ke-19. Dalam perjalanannya, Pasar Johar pernah kebakaran sebanyak 3 kali.
Kebakaran terakhir yang terjadi di Pasar Johan tahun 2015 silam. Kemudian pada tahun 2017 Pasar Johar dibangun kembali dengan desain yang lebih modern. Awal tahun 2022 Pasar Johar kembali beroperasi gedung baru yang selesai dibangun diresmikan oleh Presiden Jokowi.
Jika menengok sedikit ke belakang, awal mula Pasar Johar berdiri ternyata berawal dari antrean pengunjung penjara. Dulu lokasi Pasar Johar tidak ada pasar. Yang ada hanya gedung penjara yang letaknya tidak jauh dari Alun-alun Semarang sebelah timur.
Baca Juga: Peringatan Hari Guru, Wali Kota Semarang Beri Pesan Menyentuh, Singgung Soal Kasus Perundungan
Berdasarkan keterangan tertulis dari buku 'Meretas Semarang Tempo Doeloe', gedung penjara zaman dulu selalu ramai didatangi para pembesuk. Karena jumlahnya cukup banyak, pembesuk yang ingin menjenguk anggota keluarganya harus mengantri dan digilir secara bergantian.
Nah, sembari menunggu antrean tak sedikit dari mereka yang menunggu di bawah Pohon Johar yang ketika banyak tumbuh di sekitar lokasi tersebut. Pohon yang memiliki daun lembat itu bikin pembesuk nyaman karena suasana disana teduh dan mampu melindungi dari sengatan matahari.
Rupanya ramainya pembesuk yang menunggu tersebut lalu dimanfaatkan sejumlah orang untuk berdagang menjajakan makanan. Ternyata dagangan mereka ramai di pembeli para pembesuk yang sedang menunggu antrean.
Seiring berjalannya waktu jumlah pedagang pun semakin banyak. Dari yang semula hanya menjajakan makanan, barang yang dijajakan semakin bervariasi seperti pakaian, perabot rumah tangga, dan lain-lainnya.
Pada akhirnya tempat itu menjadi sebuah pasar tradisional. Karena lokasinya dekat dengan Pohon Johar. Orang-orang pun menyebutnya Pasar Johar.
Baca Juga: Cerita Rumah Gedong Eks Pejabat VOC di Kota Semarang: Cikal Bakal Lahirnya Kampung Kelengan
Sekitar tahun 1865 jumlah pedagang semakin membludak. Pemerintah Kota Semarang lalu membangun los-los dengan biaya sekitar 1.800 Gulden untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Berita Terkait
-
Meriahnya Kirab Budaya Dugderan Sambut Ramadan di Semarang
-
Korupsi Meja Kursi SD, Wali Kota Semarang dan Suami Diciduk KPK
-
Dibui Bareng Suami Gegara Korupsi, Mbak Ita Raih Upeti Rp2,4 M dari Iuran Sukarela Pegawai Bapenda Semarang
-
Ditahan KPK, Ini Potret Mbak Ita dan Suami Pakai Rompi Oranye dan Tangan Diborgol
-
Kompak Tersangka, Walkot Semarang Mbak Ita dan Suami Resmi Ditahan KPK
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara
-
Wapres Gibran Mudik, Langsung Gercep Tampung Aspirasi Warga Solo!
-
Tragedi Pohon Tumbang di Alun-Alun Pemalang: Tiga Jamaah Salat Id Meninggal, Belasan Terluka