Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 11 Desember 2023 | 19:39 WIB
Kandidat Capres dan Cawapres Pilpres 2024 (IG/KPU)

"Jadi mereka yang sebelumnya belum menentukan atau kemudian tidak memilih Prabowo kembali ke Prabowo, misalnya kita cek di Jawa Barat itu Prabowo melonjak sebelumnya di angka sekitar 30 sampai 40 persen, nah ini sudah di atas 50 persen," sambungnya.

Sementara itu disampaikan Arya, Gibran yang dipasangkan dengan Prabowo juga membantu dukungan elektoral di Jawa Tengah. Jika sebelumnya hanya 27 persen kemudian naik di atas 30 persen.

"Di Jawa Timur pun juga jangkar-jangkar politik Jokowi yang dia juga memperoleh angka 65 persen di 2019 itu juga terkonversi ke pemilih-pemilih Prabowo," tandasnya.

Arya tidak menampik bahwa Jokowi mempunyai peran penting dalam elektabilitas ketiga capres-cawapres ini. Belum lagi dengan hadirnya putra sulung Jokowi sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Baca Juga: Pengamat Soroti Survei Litbang Kompas, di Jateng Elektabilitas Prabowo-Gibran Melejit: PDIP Mulai Kehilangan Suara?

"Ya suka atau tidak suka memang presiden incumbent sekarang meskipun dia tidak kontes mempunyai implikasi elektoral ke dinamika, dukungan elektoral ke tiga pasangan. Apalagi kita tahu ada Jokowi junior di Prabowo Subianto," cetusnya.

"Jadi kalau Prabowo berubah tentu pasangan lain juga berubah. Makanya petanya Anies agak sedikit turun, nah Ganjar yang agak lumayan turunnya," imbuhnya.

Hasil Survei

Sebelumnya, Litbang Kompas merilis hasil survei terkait elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2024. Hasilnya, capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ungguli pasangan lainnya.

Pada hasil survei kali ini, Prabowo-Gibran memperoleh elektabilitas sebesar 39,3 persen.

Baca Juga: Elektabilitas Ganjar-Mahfud MD Merosot, Pengamat Undip: Prabowo-Gibran Harusnya Tembus 50 Persen

Elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2 tersebut lumayan jauh dari rivalnya.

Load More