SuaraJawaTengah.id - Upaya banding PSIS Semarang usai mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI akhirnya dikabulkan.
Komite Banding PSSI memutuskan pertandingan PSIS Semarang di laga kandang bisa dihadiri penonton. Namun, Tribun Utara yang sering dihuni Suporter Snex harus dikosongkan sampai akhir musim.
"Alhamdulillah. Banding PSIS sebagian diterima! Apapun harus kita terima dan syukuri keputusan banding ini. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil, Komisi Banding PSSI mengabulkan banding dan merubah putusan hukuman PSIS menjadi penutupan sebagian stadion (tribun utara) selama sisa kompetisi BRI Liga 1 2023/24 dan denda sejumlah Rp 25.000.000," tulis akun instagram PSIS Semarang dikutip pada Jumat (15/12/2023).
Keputusan itu pun langsung mendapatkan respon beragam dari netizen dan pendukung klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut.
"Nek nonton rasah karo mendem. Isooo poraaaaak," tulis netizen.
"Wes ya jngn saling menyalahkan...ayo duduk bareng, panpel, bakul tiket, panser, snex monggo duduk bareng kita kawal PSIS sampe selesai," tulis netizen.
"alhamdulillahh, penutupan tribun utara seteruse nggeh mboten nopo nopo pakk," tulis netizen.
Sebelumnya diberitakan, Keputusan Komite Banding PSSI mempunyai kedudukan sebagai Keputusan yang mengikat dan berlaku efektif sejak ditetapkan Keputusan Banding PSSI, pada hari Rabu tanggal 13 Desember 2023.
Menanggapi hal tersebut, Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS mengucap syukur atas keputusan dari Komding PSSI.
Baca Juga: Ini Alasan Yoyok Sukawi Tak Jadi Datangkan Striker Baru untuk PSIS Semarang
"Alhamdulillah hari ini berkah bagi semua. Hukuman PSIS dapat dibanding dan kita semua bisa kembali bertemu di Stadion Jatidiri. Semoga dari semua ini kita bisa belajar untuk lebih baik ke depannya dan PSIS juga sudah menyiapkan website serta aplikasi khusus penjualan tiket yang lebih rapi dan dapat meminimalisir adanya kebocoran," ujar Yoyok Sukawi pada Kamis (14/12/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama