SuaraJawaTengah.id - Warung Madura yang berbasis toko kelontong mulai menjamur di berbagai wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Seperti diketahui, Madura merupakan tahan kelahiran calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD yang berasal dari Kabupaten Sampang.
Kebanyakan, warung itu berada di wilayah kampus yang banyak rumah kos bagi mahasiswa perantuan.
Warung Madura tidak hanya memasok kebutuhan belanja harian, tetapi juga mewakili keuletan dan etos kerja tinggi dari para pengelolanya.
Usus punya usut, salah satu kunci sukses Warung Madura adalah harga produk yang sangat terjangkau.
Dengan strategi ambil untung yang minim namun dijalankan dalam volume penjualan yang tinggi, Warung Madura berhasil menarik perhatian pelanggan dari berbagai lapisan masyarakat.
Keunggulan lain Warung Madura adalah keputusan untuk tetap buka 24 jam, memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang membutuhkan layanan kapan saja, bahkan di malam hari.
Fakta bahwa operasional Warung Madura ini terus berjalan 24 jam, 7 hari seminggu, sampai lahir guyonan di tengah masyarakat yang menyebutkan warung kelontong Madura hanya tutup saat kiamat.
Pengelola Warung Madura menjaga hubungan baik dengan supplier atau pemasok. Bukan semata untuk mendapatkan produk dengan harga terbaik, tetapi juga mereka berupaya menciptakan sinergi yang positif dalam rantai pasok, yang pada akhirnya meningkatkan margin keuntungan.
Baca Juga: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Terpuruk, Dukungan Non Muslim Tetap Kuat?
Pengelola Warung Madura terkenal memiliki etos kerja yang tinggi dan bekerja secara profesional meskipun beroperasi di warung kelontong.
Hebatnya, Warung Madura juga tidak melihat sesama warung kelontong sebagai pesaing, sebaliknya mereka menganggap wqrung-warung kelontong lain menjadi bagian dari komunitas yang saling mendukung.
Kekuatan Warung Madura adalah membangun sistem bisnis yang tidak takut untuk bersaing tapi melihat seseorang yang memiliki bisnis sama sebagai mitra.
Kerjasama antar komunitas warung kelontong ini akhirnya menciptakan atmosfer kekeluargaan yang positif dan mendukung layaknya paguyuban.
Keunikan lain dari model bisnis ini adalah dengan disediakannya pasokan bensin di hampir setiap warung. Penyediaan 'pom bensin' mini ini akhirnya memberikan nilai tambah yang membuatnya unik di mata pelanggan dan sangat membantu.
Warung Madura memahami konsep produk penetrasi dengan baik. Mereka menawarkan produk dengan harga rendah yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari pelanggan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City