SuaraJawaTengah.id - Masalah pangan selalu menjadi perhatian saat bulan Ramadan. Kenaikan harga selalu terjadi dari tahun ke tahun.
Namun demikian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait akan menggelar gerakan pangan murah (GPM) secara serentak di sejumlah wilayah menyambut Ramadan 1445 Hijriah.
Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra menyebutkan GPM akan digelar di Semarang, Solo, Batang, Cilacap, Banyumas, dan beberapa kabupaten/kota lainnya di Jateng.
"Pelaksanaan GPM pada 8 dan 15 Maret 2024, serta 2 April 2024, dengan menjual berbagai komoditas strategis, seperti beras, bawang merah, minyak goreng, aneka cabai, gula pasir, dan telur ayam," ujarnya dikutip dari ANTARA di Semarang, Jateng, Kamis (7/3/2024),
GPM itu merupakan hasil kerja sama Kantor Perwakilan BI Jateng, Pemerintah Provinsi Jateng, kantor perwakilan BI lainnya yang ada di wilayah provinsi tersebut, dan Pemerintah Kota Semarang.
Menurut Rahmat, GPM tersebut merupakan salah satu tindak lanjut High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Jateng pada semester I 2024 pada Rabu (7/3/2024) kemarin.
Selain itu, kata dia, penyelenggaraan GPM tersebut juga sekaligus sebagai wujud sinergi untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah.
Pada HLM yang dipimpin Penjabat Gubernur Jateng, Rahmat menyampaikan setidaknya tiga rekomendasi kebijakan dalam rangka mengantisipasi risiko peningkatan tekanan inflasi.
Pertama, mempercepat implementasi penguatan produktivitas pangan strategis, penguatan ekosistem BUMP dan BUMD, serta penguatan dan perluasan kios pengendalian inflasi untuk mengatasi permasalahan struktural pada tiga komoditas pangan utama, yakni beras, bawang merah, dan aneka cabai.
Baca Juga: Kementerian PANRB Dorong Pemerintah Daerah Terapkan Digitalisasi Mal Pelayanan Publik
Kedua, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilisasi harga beras melalui percepatan penyaluran SPHP, penyaluran bantuan pangan beras, intensifikasi pelaksanaan operasi pasar dan GPM, serta pengalihan cadangan beras pemerintah kepada komersial untuk pengendalian harga beras premium.
Ketiga, mengatur waktu agar kenaikan harga atau tarif komoditas yang diatur oleh pemerintah daerah, antara lain tarif PDAM dan tarif layanan RSUD yang dilakukan pada saat tekanan inflasi rendah atau dilakukan secara bertahap.
Hal tersebut perlu dilakukan mencermati peningkatan harga pada beberapa komoditas pangan seperti beras, telur ayam ras, daging ayam ras dan cabai merah yang mengakibatkan angka inflasi Jateng meningkat, baik secara bulanan, yakni 0,57 persen maupun tahunan sebesar 2,98 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya